PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si secara resmi membuka kegiatan Semarak Ramadhan Korem 132/Tadulako di Lapangan Imanuel, Kota Palu, Sabtu (22/3/2025).
Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan keagamaan dan ekonomi kreatif yang dikemas dalam suasana bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi inisiatif Korem 132/Tadulako yang menghadirkan kegiatan positif dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat, terutama dalam momentum bulan penuh berkah.
Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik militer, pemerintah, maupun pelaku usaha, untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mempererat ukhuwah, sekaligus mendorong semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi umat,” ujar Gubernur.
Semarak Ramadan ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga 24 Maret 2025, dan menampilkan berbagai agenda seperti tabligh akbar, dzikir, lomba-lomba, konser religi, hingga pameran produk lokal.
Pemerintah Kota Palu turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu bersama Inkubator Bisnis Berbasis Digital (Inbis) Palu.
Produk-produk unggulan dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan ditampilkan dalam pameran, mulai dari oleh-oleh khas daerah, makanan olahan, kriya, hingga wastra lokal.
Kabid Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Siti Faisyah, yang hadir mewakili Wali Kota Palu, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini bertujuan memperluas promosi dan jejaring pasar bagi IKM lokal.
“Kami memamerkan hasil karya IKM binaan selama tiga hari ke depan. Ini momentum yang tepat untuk menunjukkan potensi dan kualitas produk lokal kita,” ucapnya.
Inbis Palu sendiri merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil, yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Gubernur Sulteng berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan produktif. ***








