Gubernur Sulteng Ajak Para Petani Kakao dan Mitra, Jaga Ketahanan Pangan Saat Hadapi Perubahan Iklim

oleh -
oleh
IMG 20250205 WA0393 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura saat menyampaikan sambutan dalam Peluncuran Asuransi Parametrik Kakao di Sulawesi Tengah, yang digelar di Hotel Best Western Coco Palu, Rabu (5/2/2025). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, mengajak para petani kakao serta mitra kerja untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

Hal ini disampaikan dalam Peluncuran Asuransi Parametrik Kakao di Sulawesi Tengah, yang digelar di Hotel Best Western Coco Palu, Rabu (5/2/2025).

Program asuransi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan GIZ, dalam implementasi proyek Agriculture Climate Risk Financing (AGRICRF) yang bertujuan memberikan perlindungan finansial bagi petani dari risiko bencana alam akibat perubahan iklim.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan para petani kita,” ujar Rusdy Mastura dalam sambutannya.

Gubernur menegaskan bahwa sektor pertanian, terutama kakao, memiliki peran vital dalam perekonomian Sulawesi Tengah. Kakao bukan hanya komoditas unggulan yang menopang pendapatan petani, tetapi juga menjadi faktor utama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Namun, tantangan perubahan iklim seperti cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan dapat berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani.

Oleh karena itu, peluncuran Asuransi Parametrik Kakao menjadi langkah strategis untuk memberikan jaminan finansial, sehingga petani dapat menjalankan usaha dengan lebih tenang dan percaya diri.

“Dengan adanya asuransi ini, petani tidak perlu cemas kehilangan pendapatan akibat bencana alam yang tidak terduga, karena mereka memiliki jaminan yang dapat membantu memulihkan keadaan setelah terjadi kerugian,” jelasnya.

Gubernur berharap, implementasi asuransi ini dapat meningkatkan ketahanan petani terhadap risiko perubahan iklim, serta mendorong pertumbuhan sektor kakao secara berkelanjutan. Ia pun mengajak seluruh stakeholder, petani, penyuluh pertanian, dan masyarakat untuk mendukung program ini demi meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Provinsi GIZ Sulawesi Tengah, Dr. Ismet Khaeruddin, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta kerja sama dengan Asuransi Zurich Syariah dan Blue Marble dalam peluncuran program ini.

“Provinsi Sulawesi Tengah merupakan produsen kakao terbesar di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 20 persen berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional tahun 2020-2021. Saat ini, luas lahan kakao di daerah ini mencapai 209.000 hektare,” ungkap Ismet.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman untuk mendorong rantai pasok pertanian berkelanjutan di Indonesia, khususnya pada komoditas kakao, kopi, dan kelapa.

“Kami juga akan menggelar proyek lanjutan pada 12 Februari di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, dengan dukungan dari Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi yang telah berkontribusi dalam program ini,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian via Zoom, kepala OPD terkait, pimpinan Zurich Syariah dan Blue Marble, para petani kakao, serta mitra kerja dan stakeholder lainnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.