Gubernur Anwar Hafid Gaungkan Program BERANI Lancar, Fokus Buka Akses Jalan Transmigrasi Palolo-Salubanga

oleh -
oleh
IMG 20250607 WA0155
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftita Sulaiman Suryanagara saat berkunjung ke Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Sigi, Kamis (5/6/2025). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftita Sulaiman Suryanagara, menegaskan komitmennya untuk membuka akses jalan strategis yang menghubungkan wilayah transmigrasi di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong (Parimo).

Akses ini diyakini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di dataran tinggi Sulawesi Tengah.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Sigi, Gubernur Anwar Hafid dan Menteri Transmigrasi berdialog langsung dengan masyarakat transmigrasi yang tinggal di wilayah Palolo dan Lembantongoa.

Keduanya bahkan turut memetik buah kopi milik petani setempat.

“Program BERANI Lancar ini salah satunya fokus membuka akses jalan dari Lembantongoa tembus ke Salubanga di Parigi. Ini sangat penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan rakyat,” kata Gubernur Anwar Hafid di sela kunjungan, Kamis (5/6/2025).

Gubernur menegaskan, jalan yang rusak, sempit dan berlubang selama ini menjadi hambatan utama pengangkutan hasil kebun masyarakat, terutama kopi dan durian.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulteng bersama Pemerintah Pusat, Pemkab Sigi, dan Pemkab Parimo sepakat melakukan kolaborasi percepatan pembangunan infrastruktur jalan tersebut.
“Pak Menteri janji bangun dua kilometer, saya juga dua kilometer, dan Pak Bupati 1 kilometer. Kita targetkan 2025 ini mulai dieksekusi,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur juga menyebut bahwa kawasan yang akan dibuka masih berstatus hutan negara, sehingga dibutuhkan upaya administratif untuk mengubah statusnya menjadi Area Penggunaan Lain (APL).

Dengan begitu, lahan tersebut dapat secara legal dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian produktif.

“Ini perlu kita usulkan penurunan status dari hutan negara menjadi hutan produksi APL. Supaya masyarakat bisa mengolah dan memanfaatkannya secara sah,” jelas Anwar.

Program BERANI (Bersama Anwar-Reny) Lancar merupakan bagian dari visi Sulteng NAMBASO yang berorientasi pada ketahanan pangan dan perluasan lahan produktif berbasis potensi lokal.

Wilayah Palolo, Lembantongoa, hingga Salubanga dinilai sangat potensial untuk pengembangan perkebunan kopi, durian, dan komoditas pangan lainnya.

Anwar Hafid optimis, pembangunan akses jalan baru ini akan menciptakan dampak besar terhadap penghidupan petani di kawasan transmigrasi.

Gubernur bahkan telah melakukan komunikasi intens dengan Bupati Parimo Erwin Burase dan Bupati Sigi Muhammad Rijal Intjenai untuk sinkronisasi program lintas kabupaten.

“Kalau jalan ini sudah bagus, akses ke Parigi jadi dekat, distribusi hasil pertanian juga makin lancar. Ini cita-cita bersama kita dalam membangun dari pinggiran,” pungkas Anwar Hafid. ***