DONGGALA, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, bersama Penjabat (Pj) Bupati Donggala, Moh. Rifani, menghadiri pembukaan Forum Koordinasi dan Komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau FORKOM BAPPEDA se-Sulawesi Tengah.
Acara berlangsung di halaman Kantor Bupati Donggala, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, pada Selasa malam (11/2/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Rusdy Mastura menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar daerah dalam perencanaan pembangunan.
Gubernur menyoroti potensi besar Sulawesi Tengah di berbagai sektor, termasuk pertanian, pariwisata, dan industri, yang harus dikelola dengan baik melalui perencanaan matang dan kerja sama lintas sektor.
“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan potensi yang ada sekaligus mengatasi berbagai kendala dalam pengembangan sektor-sektor unggulan,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menegaskan bahwa BAPPEDA harus lebih kreatif dalam menyusun strategi pembangunan, terutama dengan adanya kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran. Pemerintah daerah diminta tidak hanya bergantung pada APBN, tetapi juga mampu mencari sumber pendapatan baru.
“Kita harus menerapkan konsep reinventing government atau ‘mewirausahakan birokrasi’ seperti yang digagas David Osborne. Jika tidak kreatif dan tidak punya gagasan, kita akan menghadapi kendala besar dalam pembangunan,” tegasnya.
Senada dengan Gubernur, Pj Bupati Donggala, Moh. Rifani, menekankan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Rifani menegaskan pentingnya pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan.
“Dalam menuju Sulteng Emas 2045, kita harus memastikan tidak ada ego sektoral dalam pembangunan serta melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan kelompok marginal.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi landasan kuat untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera,” ujar Rifani.
Sementara itu, Kepala Bappeda Donggala, Gosal Syah Ramli, menjelaskan bahwa FORKKOM BAPPEDA bertujuan untuk meningkatkan koordinasi perencanaan, kerja sama, dan sinergitas antar wilayah kabupaten/kota dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi daerah.
Forum ini mencakup berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pemaparan materi dari narasumber, pembahasan isu-isu strategis, serta perumusan rekomendasi hasil forum.
Selain itu, peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Sentra Tenun Ikat Donggala di Desa Limboro dan wisata Pusat Laut di Desa Towale.
Kegiatan FORKKOM BAPPEDA ke-22 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Februari 2025. Mengusung tema “Penguatan Fondasi Menuju Sulteng Emas 2045”.
Acara ini dihadiri oleh Sekda Donggala, Kepala Bappeda Sulteng, Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Sulteng, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Kepala Badan Gizi Nasional, unsur Forkopimda Donggala, serta 331 peserta dari anggota Bappeda se-Sulawesi Tengah. ***
