WARTASULAWESI.COM – Saat ini kita sedang merayakan hari raya idul adha atau biasa juga dikenal dengan sebutan hari raya kurban pada tahun 1443 hijiriah/2022 M.
Banyak hal yang harus kita pahami serta maknai dalam menyambut suka cita tersebut, agar kita tidak salah arah dalam mengartikan setiap proses ibadahnya.
Prof. Muhammad Quraish Shihab mengatakan, kata kurban berasal dari bahasa Arab “qurb” yang berarti dekat. Seperti yang di lansir dari akun Instagram @Najwashihab.
“Kurban dalam bahasa Arab itu beda (maknanya) dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab, kurban itu terambil dari kata “qurb” yang berarti dekat. Biasanya kata yang diakhiri dengan alif dan nun “an” itu, berarti agung dan besar. Jadi kurban adalah pendekatan diri yang agung kepada Allah,” kata Prof Quraish.
“Berkurban adalah suatu upaya untuk pendekatan diri yang sungguh yang sungguh besar dan agung kepada Allah SWT,” lanjutnya.
Namun Prof Quraish juga menuturkan bahwa upaya tersebut akan terasa sia-sia jika tidak didasari dengan ketulusan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Itu digaris bawahi oleh Al-Qur’an dalam surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya tidak sampai kepada Allah darahnya yang terpencar dan dagingnya yang bergelimpangan, tapi yang sampai adalah ketakwaan yakni ketulusan kamu untuk mempersembahkan itu kepada Allah. Jadi walau berat, tapi tulus karena ini demi Allah SWT,” tutupnya. RAF






