BSI Hadirkan Bank Emas Pertama di Indonesia, Inhar Ramli: Solusi Investasi Aman dan Syariah

oleh -
oleh
20250320 174835 scaled
Manager Mikro dan Pawning BSI Area Palu, Inhar Ramli (Kanan Baju Biru Muda) saat menjadi salah satu narasumber di acara Jurnalis Update OJK Sulteng, Kamis (20/3/2025). FOTO : WARTASULAWESI.COM

PALU, WARTASULAWESI.COM – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi meluncurkan layanan Bank Emas, menjadikannya sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan bisnis bullion secara legal setelah mengantongi izin OJK pada 12 Februari 2025.

Layanan ini dinilai sebagai terobosan baru dalam dunia perbankan syariah, khususnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas secara aman, praktis, dan sesuai prinsip syariah.

Manager Mikro dan Pawning BSI Area Palu, Inhar Ramli, menjelaskan bahwa Bank Emas hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap instrumen investasi jangka panjang yang stabil dan likuid.

“Dengan hadirnya layanan BSI Emas Digital, nasabah bisa membeli, menjual, hingga mencetak emas fisik mulai dari 0,05 gram langsung melalui aplikasi BYOND by BSI,” ujar Inhar Ramli dalam acara Jurnalis Update TW I yang diselenggarakan OJK Sulteng, Kamis (20/3/2025).

Dikatakan, Layanan Bank Emas yang ditawarkan BSI mencakup tiga produk utama: BSI Emas Digital, BSI Gold (pembelian emas fisik tunai atau cicilan), dan BSI ATM Emas, yaitu mesin ATM khusus untuk mencetak emas dari saldo digital yang akan hadir di berbagai cabang terpilih pada akhir tahun ini.

Inhar menyebutkan, ekosistem yang dimiliki BSI sangat mendukung pengembangan Bank Emas, mulai dari jaringan lebih dari 1.100 cabang, 100.000 agen, hingga 8 juta pengguna aktif aplikasi BYOND.

“Ini memperkuat keunggulan kami sebagai lembaga syariah yang punya kapasitas besar dalam layanan emas,” kata Inhar.

Investasi emas melalui BSI juga disebut sangat terjangkau. Nasabah cukup memiliki saldo awal 0,1 gram atau sekitar Rp160 ribu dan sudah bisa memulai menabung emas. Selain itu, setiap gram emas yang dibeli dapat ditransfer, dijual kembali secara real-time, atau ditarik dalam bentuk fisik melalui sistem yang telah terintegrasi dengan ANTAM.

“Emas yang dititipkan di BSI dijamin fisiknya tersedia, dan bisa dicetak kapan saja di kantor-kantor cabang yang ditunjuk. Jadi nasabah tidak hanya beli angka, tapi benar-benar memiliki emasnya,” terang Inhar.

Selain itu, produk ini juga mendukung perencanaan keuangan syariah jangka panjang, termasuk tabungan ibadah haji. Berdasarkan data yang dipaparkan BSI, jumlah gram emas yang diperlukan untuk biaya haji tiap tahun semakin menurun karena nilai emas terus meningkat.

“Ini jadi solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin menabung biaya haji secara aman dari fluktuasi nilai rupiah,” tambahnya.

BSI juga menyediakan opsi cicilan emas fisik melalui layanan BSI Gold yang tersedia di 50 cabang piloting di seluruh Indonesia, termasuk Kantor Cabang Palu.

Dalam waktu dekat, ATM Emas juga akan segera dihadirkan di Kota Palu, memudahkan nasabah mencetak fisik emas secara mandiri.

“Target kami adalah mendorong masyarakat Sulteng, khususnya generasi muda, untuk lebih sadar akan pentingnya investasi. Dan emas adalah pilihan yang tepat—aman, terjangkau, dan sesuai syariah,” tutup Inhar.

Dengan diluncurkannya Bank Emas, BSI mempertegas posisinya sebagai pelopor bank syariah modern yang tidak hanya menjawab kebutuhan spiritual, tetapi juga kebutuhan finansial masyarakat Indonesia. ***