Boyong Enam OPD Saat Reses di Balaroa, Muchsin Ali Serap Semua Keluhan Warga

oleh -
oleh
IMG 20250717 WA0732
Anggota DPRD Kota Palu, Muchsin Ali, S.T saat menggelar reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di Jalan Labu Lorong 3, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis malam (17/7/2025). FOTO : WARTASULAWESI.COM

PALU, WARTASULAWESI.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Muchsin Ali, S.T menggelar reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di Jalan Labu Lorong 3, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis malam (17/7/2025).

Reses tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris DPRD Kota Palu (Sekwan), Muliati, serta perwakilan enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Palu.

Enam OPD yang diboyong ke lokasi reses yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Palu.

Kehadiran para OPD di Pemkot Palu menjadi bukti keseriusan legislator dari Partai Hanura ini dalam menindaklanjuti berbagai persoalan warga di daerah pemilihannya.

Dalam reses itu, sejumlah keluhan warga mengemuka.

Agus, warga setempat, meminta perhatian serius pemerintah kota atas kondisi Jalan Labu yang kerap tergenang banjir dan rusak.

“Mohon jalan ini bisa diperbaiki. Tiap hujan pasti banjir dan makin parah rusaknya,” kata Agus.

Senada, Arman, warga Jalan Kelor, menyoroti buruknya sistem drainase yang menyebabkan pemukimannya selalu kebanjiran.

Ia meminta Dinas PU segera turun meninjau. “Mohon dicek langsung, supaya bisa ada solusinya,” pintanya.
Keluhan lain datang dari Ketua RW setempat, Sisma Bahtiar, yang mempertanyakan bantuan masjid Baburahman yang tak kunjung cair sejak dua tahun terakhir.

“Bantuan masjid sudah lama kami usulkan, tapi sampai sekarang belum cair,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kabag Kesra Setda Palu, Azmar, menegaskan bahwa bantuan untuk Masjid Baburahman akan dicairkan tahun ini.

“Tahun lalu tidak bisa cair, karena ada Pilkada. Semua bantuan masjid ditunda pencairannya. Tahun ini Insya Allah cair,” jelas Azmar.

Azmar juga menginformasikan adanya program beasiswa pendidikan yang bisa diakses anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dari Dinas PU, Usman menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan banjir dan drainase.

“Kami akan cek langsung kondisi di lapangan,” ucapnya.

Terkait keluhan para pedagang di Pasar Manonda, Parawangsa salah seorang pedagang menyampaikan bahwa banyak pedagang kecil yang berjualan kerap bersinggungan dengan Satpol PP.

Namun, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Indra Djuhaepa menegaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pembinaan terhadap pedagang yang berada di dalam area pasar.

“Yang berada di fasilitas umum seperti trotoar bukan kewenangan kami,” tegasnya.

Sementara Anggota DPRD Palu, Muchsin Ali menanggapi hal itu dengan menyatakan bahwa saat ini pengelolaan Pasar Manonda masih berada di tangan pihak ketiga.

Pemkot Palu, kata dia, sedang melakukan gugatan hukum agar pengelolaan pasar kembali ke pemerintah.

“Kalau gugatan dimenangkan pemkot, kita akan tata pasar lebih baik agar pedagang tidak lagi berjualan di trotoar,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Muchsin Ali menyampaikan apresiasinya atas antusias warga dan kehadiran lengkap jajaran OPD. Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, seluruh program bantuan baik sosial, UMKM maupun keagamaan harus mengikuti aturan ketat dan pertanggungjawaban yang transparan.

“Saya tegaskan kembali bahwa semua usulan harus melalui prosedur yang benar. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan,” ungkapnya.

Muchsin juga menekankan pentingnya kesadaran warga untuk mendukung pembangunan dengan membayar retribusi seperti iuran sampah.

“Kalau sudah bayar, dan masih ada tumpukan sampah, silakan lapor ke pak lurah. Itu hak warga,” tegasnya.

Politisi Partai Hanura ini pun memuji penampilan sanggar seni lokal yang turut memeriahkan kegiatan reses, serta mendorong agar budaya lokal tetap dijaga.

Sanggar tersebut, kata dia, juga akan tampil di Festival Danau Lindu.

Mengakhiri sambutannya, Muchsin berharap semua keluhan warga dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami ini manusia biasa yang pasti punya kekurangan. Tapi insya Allah, semua aspirasi bapak ibu akan kami perjuangkan,” tutupnya. ***