Bocah Asal Desa Tulo yang Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal di Pantai Tondo

oleh -
oleh
IMG 20250502 WA0268
Jenazahnya anak dari Desa Tulo ditemukan Tim SAR gabungan pada Jumat pagi (2/5/2025), sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan pantai Kelurahan Tondo, Kota Palu. FOTO : BASARNAS PALU

PALU, WARTASULAWESI.COM – Bintang (12), bocah perempuan asal Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, yang dilaporkan hanyut saat berenang di sungai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazahnya ditemukan Tim SAR gabungan pada Jumat pagi (2/5/2025), sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan pantai Kelurahan Tondo, Kota Palu, sejauh kurang lebih 26 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kabar penemuan korban berawal dari laporan warga yang melihat jasad seorang anak perempuan terdampar di bibir pantai.

Petugas SAR yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Identifikasi medis memastikan bahwa jasad tersebut adalah Bintang, anak Desa Tulo yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Diketahui, Bintang dilaporkan hanyut pada Kamis sore (1/5/2025) sekitar pukul 16.00 WITA, saat berenang bersama teman-temannya di Sungai Desa Tulo. Arus sungai yang deras membuatnya terseret dan tidak berhasil diselamatkan.

Sejak Jumat pagi, Tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta peralatan SAR lainnya hingga ke muara.

Upaya pencarian melibatkan unsur Tim Rescue Basarnas Palu, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Sigi, Pemerintah Desa Tulo, keluarga korban, dan masyarakat sekitar.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Palu, Rusmadi, S.E., menyampaikan bahwa operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup usai penemuan korban.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam proses pencarian.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah turut serta membantu dalam pencarian korban,” ujarnya. ***