PALU, WARTASULAWESI.COM – Bank Sulteng mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan online yang mengatasnamakan Bank Sulteng melalui media sosial.
Dalam sejumlah flayer peringatan yang beredar, Bank Sulteng menegaskan bahwa informasi terkait “Gebyar Undian Berhadiah Bank Sulteng” maupun tautan pendaftaran yang beredar di platform digital adalah hoaks dan bukan berasal dari kanal resmi bank.
Modus yang digunakan pelaku yakni menyebarkan unggahan di media sosial, khususnya Facebook, dengan mencantumkan logo dan identitas Bank Sulteng serta menawarkan hadiah besar seperti mobil, sepeda motor, paket umrah, laptop, hingga hadiah menarik lainnya.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap akun atau halaman yang menawarkan program undian berhadiah dengan cara mengklik tautan atau tombol “daftar sekarang”.
Bank Sulteng menegaskan bahwa tautan pendaftaran tersebut merupakan bentuk phishing atau upaya pencurian data pribadi dan informasi perbankan nasabah.
“Jangan asal klik link tautan atau daftar yang mengatasnamakan promo dari Bank Sulteng,” demikian bunyi peringatan resmi dalam flayer tersebut.
Dalam pengumuman itu, Bank Sulteng juga menekankan bahwa akun-akun media sosial yang mengatasnamakan layanan bantuan keuangan maupun undian berhadiah dengan jumlah pengikut minim dan informasi tidak jelas merupakan indikasi kuat penipuan.
Nasabah diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi hanya melalui kanal resmi Bank Sulteng, baik website resmi, akun media sosial terverifikasi, maupun layanan call center 14069.
Pihak bank juga mengingatkan agar masyarakat tidak pernah memberikan data penting seperti nomor rekening, PIN, password, kode OTP, maupun informasi mobile banking kepada pihak mana pun.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada nasabah dari potensi kerugian akibat kejahatan siber yang semakin marak terjadi.
Bank Sulteng mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan akun, unggahan, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan institusi tersebut. ***
