Warga Donggala Kirim Surat Terbuka kepada Gubernur Sulteng, Keluhkan Pelayanan di RS Undata

oleh -
oleh
images 11
Gedung Rumah Sakit Undata di Jalan RE Martadinata Palu. FOTO : MAL Online

PALU, WARTASULAWESI.COM – Seorang warga Kabupaten Donggala bernama Wibowo Om Bowo meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan di RSU Undata Palu melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.
Surat terbuka tersebut diunggah oleh Wibowo diakun Facebook miliknya atas nama Wibowo Om Bowo dan dibagikan ke beberapa group FB salah satunya
di Grup Facebook Perjuangan Rakyat Donggala dan langsung menyita perhatian warganet.

Dalam unggahan tersebut, Wibowo mengisahkan pengalaman pahit yang dialami keluarganya saat membawa saudara mereka dari Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala, ke RSU Undata Palu untuk menjalani pemeriksaan di Poli Urologi.

Pasien datang dengan surat rujukan dari RS Kabelota Donggala pada Kamis (15/5), namun karena dokter tidak tersedia, mereka diminta kembali pada Jumat (16/5) untuk pengambilan sampel darah dan dijanjikan akan ditangani pada Senin (19/5).

Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Pada Senin (19/5) pasien kembali tidak mendapatkan tindakan medis dan diminta pulang lagi ke rumah tanpa kepastian waktu penanganan berikutnya.

“Apakah seperti ini pelayanan di RSU Undata? Apakah dokter urologi di sana hanya satu orang? Kenapa rumah sakit milik pemerintah provinsi justru kekurangan tenaga medis?” tulis Wibowo dalam surat terbukanya.

Dia juga mengungkapkan kesulitan yang dihadapi keluarga pasien dalam hal biaya transportasi, mengingat jauhnya jarak Donggala-Palu dan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.

“Kasihan orang kampung seperti keluarga saya. Untuk makan saja susah, apalagi harus bayar kendaraan bolak-balik Donggala-Palu. Kami butuh pelayanan yang manusiawi,” lanjutnya.

Wibowo menutup suratnya dengan harapan agar Gubernur Sulteng memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan di RSU Undata, serta menambah jumlah tenaga medis agar masyarakat kecil pun bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan tidak dipingpong.

Unggahan ini mendapat simpati dan dukungan dari warganet yang turut menyoroti pentingnya perbaikan layanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah provinsi.

Sementara Direktur Undata, drg. Hery Mulyadi yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa sore (20/05/2026) menyampaikan klarifikasi bahwa pasien yang dimaksud sebenarnya sudah dijadwalkan untuk menjalani operasi.

“Saya sudah cek, alhamdulillah pasien tersebut sudah dijadwalkan untuk operasi. Tapi ya begitu, kita tetap mendahulukan pasien yang terlebih dahulu. Pasien bersangkutan pun sudah bersyukur saat disampaikan,” ujar Hery.

Direktur Undata ini juga mengakui bahwa pelayanan rumah sakit tentu tidak bisa memuaskan semua pihak, apalagi dengan jumlah pasien mencapai 400 orang per hari.

“Tidak semua bisa puas. Ada yang tidak mau tahu soal antrean, ada yang mau cepat-cepat. Tapi begitulah karakter manusia,” tambahnya.

Hery juga mengungkapkan bahwa kasus tersebut menjadi motivasi pihak rumah sakit untuk terus memperbaiki layanan.

Bahkan, drg Hery menyebut kehadiran pasien kanker urologi ini menjadi bagian dari sejarah baru RS Undata yang telah berdiri sejak lebih dari 60 tahun. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.