Warga Besusu Barat Usulkan Perbaikan Jalan, Penerangan hingga Pelestarian Budaya Kaili ke Ucu Susanto

oleh -
oleh
IMG 20250416 WA0108
Anggota DPRD Kota Palu, Ucu Susanto saat melakukan Reses di Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur pada Selasa, 15 April 2025. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Warga Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, menyampaikan beragam aspirasi saat kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palu, Ucu Susanto, yang digelar pada Selasa, 15 April 2025.

Aspirasi itu mulai dari permintaan perbaikan infrastruktur hingga perhatian pada pelestarian budaya, seluruh masukan masyarakat diterima langsung oleh legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Dalam reses yang berlangsung di Jalan Panglima Polem RT02 dan RW04, warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih belum tertangani dengan maksimal.

Salah satu yang paling mendesak adalah kondisi jalan di area pekuburan yang rusak dan sulit dilalui saat musim hujan.

“Jalan ke pekuburan kondisinya rusak parah, kami minta itu bisa segera diperbaiki karena sering dipakai masyarakat,” kata salah satu warga dalam sesi penyampaian aspirasi.

Selain itu, sejumlah warga mengusulkan adanya bantuan modal usaha untuk kelompok UMKM lokal, yang hingga kini masih terkendala dalam pengembangan usaha karena keterbatasan dana.

Tak hanya itu, warga juga berharap ada pengadaan box jualan bagi pelaku usaha kecil yang berjualan di pinggir jalan atau area pasar.

Permintaan lain yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah kebutuhan lampu penerangan jalan di lorong-lorong yang gelap, pengadaan tong sampah rumah tangga, serta perbaikan drainase yang dinilai tidak lagi memadai saat hujan deras.

“Setiap hujan, air menggenang karena drainasenya tidak jalan. Ini sudah lama kami rasakan,” ungkap seorang ibu rumah tangga saat memberikan masukan.

Warga juga meminta agar mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu bisa masuk hingga ke dalam lorong, bukan hanya berhenti di jalan utama.

Hal ini penting agar pengelolaan sampah lebih optimal dan tidak menumpuk di pemukiman padat.

Isu sosial juga tak luput dari perhatian warga. Mereka mengungkapkan adanya anak-anak putus sekolah yang belum memiliki ijazah dan berharap pemerintah kota dapat memfasilitasi agar mereka bisa kembali bersekolah dan mendapatkan hak pendidikan secara utuh.

Tak hanya soal fisik dan sosial, warga turut menyuarakan permohonan bantuan untuk kegiatan pelestarian adat dan budaya lokal, khususnya budaya Kaili.

Menurut mereka, warisan budaya daerah harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas Kota Palu.

Warga juga meminta agar pelayanan di Kantor Kelurahan Besusu Barat dapat diperbaiki, baik dari sisi administrasi maupun responsivitas terhadap keluhan masyarakat.

Menanggapi aspirasi warga, Ucu Susanto menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh permintaan tersebut ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palu.

“Semua aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan ke masing-masing dinas teknis yang menangani. Kami akan kawal agar masuk dalam program prioritas pembangunan kota,” tegas Ucu Susanto di hadapan warga.

Politisi Partai Demokrat ini juga menambahkan bahwa reses merupakan salah satu sarana utama bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menjembataninya dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Kegiatan reses ini berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan kali ini tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.