PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengeluarkan pernyataan tegas terkait pengelolaan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng).
Anwar Hafid menekankan bahwa sebagai pemegang saham pengendali, dirinya tidak akan ragu untuk mengusulkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) apabila ditemukan hal-hal yang tidak wajar dalam manajemen Bank Sulteng.
“Kalau saya melihat ada yang tidak bagus di dalam, saya akan usulkan RUPS Luar Biasa. Itu kewenangan saya sebagai pemegang saham pengendali,” ujar Anwar Hafid dalam acara Ngopi (Ngobrol Positif) bersama awak media dan OPD di Kafe Tanaris, Sabtu (10/5/2025).
Mantan Bupati Morowali dua periode ini menekankan pentingnya profesionalisme dalam jajaran Direksi dan Komisaris Bank Sulteng.
Anwar Hafid secara terbuka menyampaikan penolakannya terhadap keterlibatan pihak-pihak yang tidak memiliki kompetensi, termasuk dari kalangan tim suksesnya sendiri.
“Saya tidak mau di Bank Sulteng ada orang yang tidak profesional. Untuk apa? Sama saja dengan Perusda, kumpulan tim sukses yang tidak menghasilkan apa-apa,” tegasnya.
Kekosongan Komisaris
Gubernur juga mengungkapkan bahwa posisi Komisaris Utama saat ini masih kosong dan tengah menunggu hasil uji Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) dari OJK atas nama Calon Mohamad Irwan Lapatta.
Meski belum lengkap secara struktur, OJK dikabarkan telah memberikan penilaian tata kelola Bank Sulteng secara umum sebagai “baik”, termasuk dalam aspek pengembalian dana tantiem kepada pengurus lama yang tidak lolos PKK—kasus yang kini telah mendapatkan SP3 dari Polda.
Masalah CSR
Gubernur juga meminta perhatian serius terhadap penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) agar benar-benar tepat sasaran.
Gubernur menginstruksikan Sekda Provinsi untuk segera mengundang pihak terkait untuk membahas pemanfaatan CSR dan memastikan transparansi penggunaannya. ***






