Ruas Jalan Tanggarawa Batas; Baru di PHO Januari, Sudah Rusak di Maret..!

oleh -
Foto HL

PALU, WARTASULAWESI.COM – Kualitas pekerjaan dari PT Panca Jaya Anugrah yang mengerjakan ruas Jalan Tanggarawa Batas menuju Wugaga yang menghubungkan wilayah Kinovaro dan Marawola Barat mendapat sorotan, karena kualitasnya yang buruk.

Proyek dengan nilai kontrak Rp15.287.041.806 dengan waktu pelaksanaan enam bulan itu, seharusnya selesai dikerjakan pada Desember 2023 lalu. Namun pekerjaan itu molor hingga Januari 2024, sehingga harus dilakukan adendum karena pihak kontraktor tak mampu menyelesaikan hingga Desember 2024.

Ironisnya, baru selesai dikerjakan dan dilakukan PHO (Provesional Hand Over) atau penyerahan pertama pekerjaan selesai pada awal Januari 2024, sudah mulai rusak disana – sini pada Maret 2024.

Foto 1 scaled
Aspal yang sudah redak dan mengangga lebar, padahal belum lama selesai dikerjakan.

Itu artinya, pekerjaan yang baru berumur kurang lebih dua bulan itu, dikerjakan tanpa perencanaan yang matang serta kualitas pekerjaan sangat buruk.

Padahal, Bupati Sigi Mohammad Irwan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sangat berharap, ruas Jalan Tanggarawa Batas menuju Wugaga yang menghubungkan wilayah Kinovaro dan Marawola Barat dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Namun dalam kenyataannya, ruas Jalan Tanggarawa Batas yang dikerjakan PT Panca Jaya Anugrah itu sangat buruk kualitasnya.

Hasil pantauan media ini bersama tim dari media lainnya, terlihat jelas kerusakan yang terjadi di beberapa titik seperti amblas dan aspalnya retak – retak. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pekerjaan jalan itu sangat buruk.

Foto 2 scaled
Reatakan yang cukup panjang, menunjukan bahwa kualitas kerja dari proyek ini buruk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Edy Dwi Saputro yang dikonfirmasi terkait dengan kondisi jalan yang sudah mulai banyak yang rusak, tidak memberikan tanggapan banyak.

Edy Dwi Sapuro hanya meminta media ini untuk datatang ke kantornya, agar mendapatkan penjelasan karena masalah teknis menurutnya susah dijelaskan melalui WhatsApp.

“Mohon untuk konfirmasi, bs ke kantor dan agendakan dgn baik di dinas..terkait teknis sulit dibahas di wa,” tulisnya Edy Dwi Saputro menjawab permintaan korfirmasi media ini.

Sementara pihak PT Panca Jaya Anugra, Edy Yohan yang dikonfirmasi hingga berita ini tayang juga tidak memberikan tanggapan sama sekali.

Kepala Cabang PT Panca Jaya Anugra, Anton Laside saat bertemu media ini menyampaikan bahwa pihaknya akan memperbaiki semua kerusakan itu dalam waktu dekat.

“Memang kondisi alam, membuat kami sedikit kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan itu sampai – sampai beberapa kali mengganti kampas koplen mobil yang habis karena tanjakan di pekerjaan itu,” ujarnya.

Foto 3 scaled
Retakan dititik lainnya.

Anton Laside berdalih, masih ada waktu pemeliharaan yang bisa mereka gunakan untuk memperbaiki semua kerusakan jalan yang ada.

Terkait dengan keterlambatan sehingga harus dilakukan addendum, Anton Laside menyampaikan bahwa yang membuat terlambat adalah item pekerjaan marka jalan, karena banyak yang menggunakan jasa para pekerja marka jalan itu.

“Sebenarnya pekerjaan itu tidak akan molor, jika para pekerja marka jalan itu tidak banyak juga pekerjaannya. Jadi yang membuat lambat, karena para pekerja marka jalan dan alat cat nya masih digunakan dipekerjaan lain,” jelasnya.

Disinggung terkait buruknya kualitas pekerjaan itu, Anton Laside tidak memberikan penjelasan panjang terhadap masalah itu. Ia hanya menyebut bahwa factor alam menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan dibeberapa titik. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.