Puluhan Ribu Masyarakat Salat Jumat Perdana di Masjid Raya Baitulkhairaat Sulteng

oleh -
oleh
IMG 20251128 WA0273
Ribuan Jamaah memadati Masjid Raya Batulkairaat pada jumat perdana, Jumat (28/11/2025). FOTO : WARTASULAWESI.COM

PALU, WARTASULAWESI.COM – Setelah melalui proses pembangunan yang berlangsung kurang lebih dua tahun, Masjid Raya Baitulkhairaat milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, akhirnya resmi digunakan untuk pelaksanaan Salat Jumat perdana pada Jumat, 28 November 2025.

Momentum bersejarah ini disambut antusias puluhan ribu masyarakat yang memadati seluruh area masjid.

Diperkirakan lebih dari 20 ribu jamaah hadir dari berbagai wilayah, terutama Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Sejak pagi, arus jamaah terus mengalir dan memenuhi masjid yang kini menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah tersebut.

Pantauan langsung media ini menunjukkan bahwa seluruh sudut masjid terisi penuh. Lantai 3, lantai 2, lantai 1, hingga area pelataran dipadati oleh jamaah yang datang untuk melaksanakan Salat Jumat perdana di masjid megah itu.
Selain kapasitas besar, arsitektur modern dan konsep ruang terbuka, masjid ini memberikan kenyamanan bagi jamaah yang membeludak.

Pada Salat Jumat perdana ini, bertindak sebagai khatib adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman S. Tahir, M.A., sementara imam dipimpin oleh Husen Habibu.

Dalam khutbahnya, Prof. Lukman S. Tahir menyampaikan bahwa Masjid Raya Baitulkhairaat tidak hanya difungsikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat semata, tetapi harus menjadi pusat kegiatan keumatan yang produktif.

“Masjid megah milik Pemprov Sulteng ini tidak hanya sebagai tempat salat, tapi juga harus menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan Islam serta pusat penyegaran pikiran manusia melalui ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya,” ujarnya.

Menurut Prof. Lukman, kehadiran masjid representatif seperti Baitulkhairaat merupakan anugerah besar bagi umat Islam di Sulawesi Tengah. Ia berharap masjid tersebut akan menjadi ruang lahirnya berbagai program pendidikan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan riset dan diskusi ilmiah berbasis nilai-nilai Islam.

Sementara itu, sejumlah jamaah yang ditemui mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan mereka.

Selain menjadi tempat ibadah, mereka menilai masjid ini akan menjadi daya tarik wisata religi baru di Sulteng, sekaligus simbol kemajuan pembangunan daerah.

Dengan rampungnya Masjid Raya Baitulkhairaat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini memiliki pusat peribadatan yang representatif dan mampu menampung jamaah dalam jumlah besar.

Masyarakat berharap masjid ini ke depannya dikelola dengan baik, menjadi rumah besar umat, serta pusat pencerahan yang menebarkan nilai-nilai kebersamaan, kedamaian dan kemajuan. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.