PT Vale Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Proyek Sorlim dan Tanamalia

oleh -
oleh
IMG 20250416 WA0129
Agenda Halalbihalal PT. Vale Indonesia Tbk bersama Media Luwu Raya, Selasa, 15 April 2025. FOTO : HUMAS PT. VALE

LUWU TIMUR, WARTASULAWESI.COM – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengembangan proyek Sorowako Limonite Ore (Sorlim) dan proyek eksplorasi di Tanamalia, Luwu Timur.

Dalam agenda Halalbihalal bersama Media Luwu Raya, Selasa, 15 April 2025, perusahaan menguraikan berbagai upaya inovatif yang ditempuh demi mendukung lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Proyek Sorlim merupakan inisiatif pemanfaatan bijih limonite atau bijih nikel kadar rendah yang sebelumnya dianggap limbah.

Lewat teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), limonite kini dapat diolah menjadi produk nikel Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang bernilai tinggi. Proyek ini merupakan bagian dari langkah PT Vale menuju target netral karbon pada tahun 2050.

“Proyek Sorlim mendukung rencana pencapaian netralitas karbon di tahun 2050. Harapannya dengan pengembangan teknologi pengolahan bijih nikel limonit, kontribusi terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan konservasi mineral berkelanjutan terus diupayakan oleh perusahaan,” ujar Ridwan Banda, Manager of Construction Sorowako Limonite Ore Project.
Saat ini, proyek Sorlim masih dalam tahap konstruksi. PT Vale melibatkan lima kontraktor lokal dengan komposisi 90% tenaga kerja berasal dari masyarakat Luwu Timur.

Selain itu, perusahaan juga membangun fasilitas pemilahan sampah (waste segregation) sebagai bagian dari operasi yang ramah lingkungan.

PT Vale tidak hanya fokus pada Sorlim. Di wilayah Tanamalia, perusahaan kini tengah memulai tahap studi eksplorasi sebagai dasar sebelum memulai proses penambangan. Proyek ini juga membawa semangat keberlanjutan, termasuk keterlibatan aktif dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

”Misi keberlanjutan yang dipegang perusahaan juga kami bawa ke Tanamalia. Operasi yang kami lakukan tidak lepas dari membuka ruang dialog bersama stakeholder pemerintah dan masyarakat,” ujar Frans Attong, Operational Readiness Tanamalia.

Ia menambahkan bahwa saat ini manajemen sedang berdiskusi dengan Bupati Luwu Timur untuk mewujudkan transparansi informasi proyek.

Sebagai bentuk nyata pemberdayaan, proyek Tanamalia telah merekrut sekitar 250 tenaga kerja lokal dari kawasan Loeha Raya.

Langkah ini memperlihatkan komitmen perusahaan untuk mengutamakan potensi sumber daya manusia lokal dalam proses pengembangan wilayah.

Selain aspek teknis, PT Vale juga menerapkan mekanisme saran dan keluhan (grievance mechanism) guna menampung dan merespon aspirasi masyarakat Loeha Raya.

Kotak saran ditempatkan di titik strategis seperti Puskesmas Bantilang, Kantor Desa Loeha, dan Desa Rante Angin.

Selain itu, masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi melalui WhatsApp di nomor 0811-4440-7204 atau email ke PTVI.grievance.Tanamalia@vale.com. Pengiriman surat fisik juga dimungkinkan ke Kantor Departemen Eksternal Relations PT Vale di Sorowako.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan masyarakat. Proyek PT Vale tidak hanya mencari keuntungan bisnis semata, tetapi berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tambah Frans.

Komitmen PT Vale terhadap lingkungan dan masyarakat dibuktikan dengan perolehan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2024.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja terbaik perusahaan dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat.
Lewat langkah-langkah ini, PT Vale tak hanya menegaskan dirinya sebagai pelaku utama dalam industri tambang berkelanjutan, tetapi juga sebagai pionir perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.