PALU, WARTASULAWESI.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun melaksanakan Kunjungan Kerja Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Selasa (14/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Muslimun menegaskan bahwa Kundapil memiliki perbedaan dengan reses.
Kundapil, kata dia, lebih fokus pada kunjungan berbasis wilayah pemerintahan untuk mengetahui program yang telah disetujui sebelumnya apakah ada masalah menurut warga.
Sementara reses menitikberatkan pada penyerapan aspirasi masyarakat secara umum.
“Dalam Kundapil ini ada 12 kelurahan yang terwakili. Saya memilih Tipo karena ini juga bagian dari daerah pemilihan saya. Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan pemerintahan, dan tidak menutup kemungkinan nanti kita jadwalkan reses di sini,” ujarnya.
Politisi Partai Nasdem ini menegaskan, sebagai wakil rakyat dirinya lebih memilih banyak mendengar dibandingkan berbicara panjang lebar.
Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat sangat penting untuk menentukan arah kebijakan ke depan.
“Sebenarnya tugas kami lebih banyak mendengar, meminta informasi, dan menyerap masukan dari masyarakat. Apa yang baik ke depan, itu yang ingin kita rumuskan bersama,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, Muslimun menyoroti persoalan tambang galian C yang sebelumnya sempat menjadi polemik di wilayah Tipo dan sekitarnya.
Ia menyebut DPRD Kota Palu tengah membentuk panitia khusus untuk mengkaji persoalan tambang tersebut.
“Nanti kalau ada masukan dari warga, akan saya sampaikan ke teman-teman pansus. Apakah persoalan di Tipo ini sudah selesai atau belum, itu perlu dicek langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi di wilayah lain seperti Watusampu dan Buluri yang dinilai menghadapi dilema antara kebutuhan ekonomi dan dampak kesehatan akibat aktivitas pertambangan galian C.
“Di satu sisi ada lapangan pekerjaan, tapi di sisi lain ada dampak kesehatan seperti debu yang bisa mengganggu pernapasan. Ini menjadi dilema yang harus kita cari solusinya bersama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Muslimun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Kami butuh informasi langsung dari warga, karena yang paling paham kondisi wilayah adalah masyarakat sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan warga, Reza Permadi, menyampaikan keluhan terkait aktivitas tambang galian C di Tipo yang sempat ditutup oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Namun, perusahaan diketahui menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan pemerintah provinsi dikabarkan kalah dalam proses tersebut.
Warga berharap DPRD Kota Palu bersama Pemerintah Kota Palu dapat membantu menyelesaikan persoalan tambang yang dinilai meresahkan masyarakat.
Selain itu, warga juga mengeluhkan persoalan drainase yang belum tertangani selama bertahun-tahun, serta distribusi air bersih yang belum maksimal.
“Air yang mengalir ke rumah warga sering keruh dan kotor. Kami berharap ada solusi, termasuk pembangunan penampungan air sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga,” ujar salah seorang warga lainnya.
Kegiatan Kundapil tersebut diharapkan menjadi wadah efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga di Kecamatan Ulujadi, khususnya Kelurahan Tipo. ***
