Misteri Kematian Jurnalis Situr Wijaya: Siapa Pria Bertopi dan Wanita Berhelm yang Kontak Istri Korban?

oleh -
oleh
20250407 095131 scaled
Almarhum Situr Wijaya. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Kematian jurnalis Situr Wijaya di kamar Hotel D’Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (4/4/2025), memunculkan banyak tanda tanya.

Meski autopsi awal menyebut adanya infeksi berat di paru-paru, keluarga mencurigai sejumlah kejanggalan, terutama sosok pria dan wanita misterius yang sempat menghubungi istri korban.

Situr Wijaya berpamitan kepada istrinya, Selviyanti, pada Kamis (3/4/2025) untuk ke Jakarta dengan alasan pekerjaan dan bersilaturahmi. Namun keesokan harinya, ia ditemukan tewas di kamar hotel, dan kabar duka diterima sang istri melalui ponsel almarhum yang masih aktif.

Kejanggalan muncul saat Selviyanti menerima panggilan dari ponsel Oppo milik Situr pada Jumat siang sekitar pukul 13.10 WITA.

Seorang wanita yang tidak dikenal mengaku sebagai teman almarhum dan mengabarkan kematiannya, seraya menyebut tidak ada biaya untuk membawa jenazah ke rumah sakit.

Tak lama kemudian, Selviyanti kembali dihubungi lewat video call dari iPhone milik suaminya. Kali ini, seorang pria yang mengaku dari pihak hotel menyampaikan kabar kematian Situr. Namun, ketika Selviyanti meminta agar jenazah ditampilkan secara langsung, permintaan itu ditolak. Ia hanya dikirimkan foto dan tidak diperlihatkan kondisi jenazah secara live.

“Dia hanya mengirimkan foto dan menolak menunjukkan jenazah secara live,” ungkap Selviyanti dalam pernyataannya di Sigi usai pemakaman suaminya, Minggu (6/4/2025).

Yang menjadi perhatian, pria tersebut tampak mengenakan jaket dan topi, sementara di belakangnya terlihat sosok wanita memakai helm. Identitas keduanya masih belum terungkap hingga kini.

Lebih lanjut, pihak keluarga juga heran karena tiga ponsel milik almarhum tetap aktif setelah kematiannya. Padahal, hanya Situr yang mengetahui kata sandi perangkat tersebut. Bahkan, seorang sahabat almarhum yang mencoba menghubungi melalui Messenger justru dijawab oleh seorang wanita lain yang mengaku petugas medis.

Keterangan dari wanita itu disebut tidak sesuai fakta. Ia menyebut jenazah sudah berada di RS Duta Indah, padahal kenyataannya jenazah Situr masih berada dalam ambulans lebih dari 10 jam sebelum akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

Sementara Autopsi dilakukan pada Sabtu (5/4/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa hasil awal menunjukkan adanya infeksi berat di paru-paru yang mengarah pada dugaan Tuberkulosis (TBC).

“Dokter menemukan perlengketan hebat di paru kanan yang menempel pada dinding dada. Hampir semua organ menunjukkan tanda perbendungan cairan,” ujar Ade Ary dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).

Meski begitu, polisi belum menetapkan kesimpulan final dan masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan toksikologi dan histopatologi untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Sementara itu, rekaman CCTV hotel menunjukkan seorang wanita berinisial V yang terlihat bersama almarhum sejak Kamis (3/4/2025) pukul 18.50 WIB hingga jenazah ditemukan.

Tidak terlihat orang lain keluar atau masuk kamar dalam waktu tersebut, termasuk pria bertopi dan wanita berhelm yang muncul dalam video call.

Di sisi lain, foto-foto jenazah yang diterima keluarga menunjukkan adanya lebam di wajah korban. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan keluarga bahwa kematian Situr tidak sepenuhnya wajar.

Ketua PWI Peduli Sulteng, Syahrul alias Heru Kaboter menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi dan memilih menunggu hasil lengkap autopsi dari otoritas.

“Kami ingin tahu kebenaran dan menunggu hasil autopsi resmi dari pihak berwenang,” ujarnya.

Selain itu, diketahui dari pesan WhatsApp di ponsel almarhum bahwa Situr memang tengah menjalani rawat jalan akibat penyakit paru-paru.

“Cukup doakan saja ane. Lagi rawat jalan, saya divonis paru,” tulis Situr dalam pesan kepada temannya.

Meski penyakit tersebut bisa menjadi salah satu faktor penyebab kematian, misteri tentang siapa sosok pria dan wanita yang menghubungi Selviyanti setelah kematian Situr, serta aktivitas ganjil ponsel almarhum, masih menjadi teka-teki besar. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.