PALU, WARTASULAWESI.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu resmi meluncurkan Majelis Taklim Datokarama, dalam sebuah kegiatan yang digelar hangat di Kedai Taman Ria, Kota Palu, baru-baru ini.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Moh. Ulil Hidayat, S.Ag., M.Fil.I., serta dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dekan FDKI Dr. Adam, M.Pd., M.Si., yang sekaligus bertindak sebagai penceramah utama, Habib Mohammad Sadig S.Th.I., MA.Hum., selaku Ketua Dewan Pembina Majelis, dan anggota KPID Provinsi Sulteng, M. Ramadhan Tahir, S.Pd., M.Sos.
Majelis Taklim ini diinisiasi sebagai wadah peningkatan keilmuan dan keimanan, tak hanya untuk mahasiswa KPI, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Rencananya, majelis ini akan menjadi kegiatan rutin setiap malam Senin.
Ketua Umum HMJ KPI, Athif Muhyiddin Hishad, menekankan pentingnya konsistensi dalam mengelola kegiatan ini.
“Yang dituntut itu bukan hanya panas di awal saja. Yang berat adalah bagaimana kita ke depannya menjaga ritme majelis ini karena kita akan melaksanakannya secara rutin setiap malam Senin,” ujarnya.
Selaras dengan Visi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Dekan FDKI, Dr. Adam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Majelis Taklim Datokarama sangat relevan dengan visi fakultas dalam membentuk pribadi Muslim kaffah yang unggul dalam keilmuan dan keimanan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah keimanan dan keilmuan. Sebenarnya, visi dan misi kita memang ingin membentuk mahasiswa dan alumni yang punya kemampuan dalam dua aspek ini,” tegasnya.
Dr. Adam juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas mahasiswa KPI dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai edukasi ini.
“Saya melihat luar biasa semangat KPI dalam bergerak. Saya tidak menyangka acara ini semeriah ini, apalagi ada makan bersama. Ini bentuk nyata dari gerakan kolektif mahasiswa untuk meraih keilmuan,” ungkapnya.
Majelis Taklim Datokarama menjadi satu dari sekian inisiatif positif mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman dengan memperkuat basis nilai-nilai keislaman dan intelektualitas di tengah kehidupan kampus dan masyarakat. ***






