Jumlah Penduduk Sulteng Bertambah 44.260 Jiwa Tahun 2022

oleh -
Jumlah Penduduk Sulteng
Ketua DPRD Sulteng saat menghadiri Forum Perangkat Daerah dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah (Rakortekrenbang) Provinsi Sulteng Tahun 2024 di Hotel Best Westren Plus Coco Palu, Senin (18/03/2024). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG/ZAINAL

PALU, WARTASULAWESI.COM – Jumlah penduduk di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Tahun 2022 bertambah 44.260 dari 3.022,88 jiwa tahun 2021, sehingga pada tahun 2022 jumlah penduduk di Sulteng menjadi 3.066,14 juta jiwa mengalami peningkatan sebesar 1,43 persen.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sulteng Dr.Hj. Nilam Sari Lawira.SP.MP berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022.

Data itu disampaikan Ketua DPRD Sulteng saat menghadiri Forum Perangkat Daerah dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah (Rakortekrenbang) Provinsi Sulteng Tahun 2024 di Hotel Best Westren Plus Coco Palu, Senin (18/03/2024).

Menurut Ketua DPRD Sulteng, laju pertumbuhan penduduk tertinggi dicapai oleh Kabupaten Morowali mencapai 5,03 persen, diikuti Kabupaten Sigi sebesar 2,03 persen dan Kabupaten Tojo Una-Una mencapai 1,96 persen.

Kabupaten Morowali menerima migrasi penduduk baik dari daerah lain di Sulteng seperti berasal dari Kabupaten Buol sekitar 5 ribu jiwa maupun asal daerah lain di luar Provinsi Sulteng. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kepadatan penduduk juga mengalami peningkatan.

Kondisi ini tidak terlepas dari mobilitas penduduk dari daerah perdesaan ke daerah perkotaan secara cukup masif akibat bertambahnya jumlah pusat pertumbuhan ekonomi di Sulteng.

Selama tahun 2020 – 2022, hanya Kabupaten Banggai Laut yang mempunyai Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) menurun dari 1,20 persen pada Tahun 2010-2020, menurun menjadi 0,74 persen pada Tahun 2020-2022.

Sebaliknya, LPP semua daerah lainnya mengalami peningkatan dari periode 2010-2020 ke periode 2020-2022 yang secara keseluruhan ditunjukkan oleh LPP Sulteng naik dari 1,22 persen menjadi 1,53 persen.

Upaya pengendalian jumlah penduduk gencar dilakukan baik oleh BKKBN Provinsi Sulteng maupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Sulteng dan 13 kabupaten/kota belum tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan tepat administrasi, serta instan dan project oriented. Kolaborasi dan sinergi antar kedua instansi vertikal dan daerah membutuhkan peningkatan.

Pada ketiga daerah yang LPP tiga tertinggi, jumlah penduduk miskin berturut-turut mencapai 15,50 ribu jiwa, 31,47 ribu jiwa dan 26,51 ribu jiwa atau proporsinya mencapai 18,57 persen dari jumlah penduduk miskin Sulteng di Tahun 2023 yang mencapai 395,66 ribu jiwa.

Pemerintah daerah di ketiga kabupaten perlu memprioritaskan penanganan kedua tantangan yakni laju kenaikan LPP lebih tinggi pada periode 2020-2022 ketimbang 2010-2020 dan 73,48 ribu jiwa penduduk miskin berada di daerah ini. Kebijakan yang lebih terarah dalam penyelenggaraan kesehatan, pendidikan, kualitas dan jaminan tenaga kerja, dan sarana pendukung lainnya dalam mencapai kesejahteraan setiap warganya.

Seiiring dengan peningkatan LPP di Provinsi Sulteng dari 1,22 persen pada Tahun 2010-2020 menjadi 1,53 persen hanya pada Tahun 2020-2022, kepadatan penduduk juga mengalami peningkatan menjadi 50 jiwa/km2 pada 2022, atau meningkat dari 48,28 jiwa/km2 pada 2021.

Wilayah Kota Palu menjadi wilayah terpadat di antara wilayah lainnya di Sulteng mencapai 1.071 jiwa/km2 pada 2022, naik dari 945 jiwa/km2 di Tahun 2021. Hal ini karena Kota Palu sebagai Ibu kota provinsi menjadi pusat ekonomi bagi daerah-daerah di Sulteng, karena daya Tarik Kota Palu dan daya tolak daerah asal.

Kepadatan penduduk yang berlebihan akan dihadapkan pada masalah-masalah sosial ekonomi, seperti masalah keterbatasan lahan pemukiman, penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Kepadatan penduduk yang tinggi akan berimbas pada tingkat pengangguran yang tinggi apabila lapangan pekerjaan tidak dapat menampung angkatan kerja yang ada seperti yang tercemin dari angka Tingkat Pengangguran terbuka (TPT) di Kota Palu mencapai 5,65 persen tertinggi di Sulteng bahkan di atas TPT Sulteng yang mencapai 2,95 persen di Tahun 2023.

Jika dilihat dari komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, penduduk di Sulawesi Tengah di Tahun 2022, lebih banyak berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 1,57 juta jiwa (51,27%). Sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 1,49 juta jiwa (48,73%).

Rasio penduduk laki-laki terhadap perempuan di Tahun 2022 sebesar 105,22 poin menurun dari 105,49 poin di Tahun 2021, yang berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 105 – 106 penduduk laki-laki.

Komposisi penduduk menurut umur ini bermanfaat untuk mengetahui distribusi penduduk usia muda (0-14 tahun) berjumlah 815.830 jiwa atau proporsinya mencapai 26,61 persen, usia produktif (15- 64 tahun) berjumlah 2.085.277 jiwa atau proporsinya mencapai 68,01 persen, dan lansia (65 tahun ke atas) berjumlah 165.036 jiwa atau proporsinya mencapai 5,38 persen. Pertumbuhan penduduk tinggi yang disumbang oleh  penambahan jumlah penduduk usia muda yang belum produktif dapat menjadi beban perekonomian secara makro dan menjadi beban rumah tangga secara mikro.

Saat ini, penduduk Sulawesi Tengah didominasi oleh Generation-X berusia 40-59 tahun mencapai 959.080 jiwa atau 26,01 persen, diikuti oleh Generasi Milenial berusia 25-39 tahun sebanyak 78.020 jiwa atau 21,34 persen dan Generasi Z berusia 10-24 tahun sebanyak 779.580 jiwa atau 21,14 persen. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.