Job Fit Pejabat Sulteng Dimulai, Gubernur Sulteng: Jangan Tegang, Tunjukkan Gagasan Nyata

oleh -
oleh
IMG 20250417 WA0258 scaled

PALU, WARTASULAWESI.COM  Gubernur Sulteng, Dr. Anwar Hafid, M.Si secara resmi membuka proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja (job fit) bagi pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemprov Sulteng, Kamis, 17 April 2025.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido dan Sekretaris Daerah Dra. Novalina.

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan para peserta untuk tidak terlalu tegang dalam mengikuti proses job fit.

Ia menekankan bahwa yang terpenting bukanlah gaya penyampaian yang akademis, tetapi substansi ide dan inovasi yang ditawarkan.

“Tidak usah terlalu tegang, tidak perlu juga pakai bahasa tinggi-tinggi. Saya tidak suka yang terlalu akademis. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, karena yang ingin saya lihat adalah ide, gagasan, dan inovasi,” tegas Gubernur di hadapan para peserta.

Gubernur juga menyampaikan, pentingnya pemahaman terhadap visi pembangunan Sulawesi Tengah yang dirumuskan melalui sembilan program unggulan BERANI.

Setiap gagasan yang disampaikan dalam proses ini diharapkan tetap berada dalam kerangka tersebut.

“Silakan tuju maksimal dua dinas. Jangan hanya satu, karena kita tidak tahu di mana posisi yang akhirnya cocok. Yang penting, tunjukkan di mana Anda bisa membawa perubahan dan lompatan kinerja,” ujarnya.

Gubernur menegaskan tidak ada praktik “orang dalam” dalam proses seleksi ini. Ia dan Wakil Gubernur memberikan ruang yang sama kepada semua peserta untuk menunjukkan kapasitas terbaik mereka.

“Tidak ada orang dekat, tidak ada orang dalam. Siapa pun yang bisa meyakinkan saya dan Ibu Wagub bahwa organisasi ini bisa dibawa lebih baik, silakan. Yang penting visi dan gagasannya jelas dan terukur,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, ia mendorong peserta untuk berpikir di luar kebiasaan dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat.

Menurutnya, para pejabat harus mampu menjadi pemimpin strategis di instansi masing-masing, seolah-olah menjadi “gubernur” di unit kerjanya.

“Saya ingin kalian semua menjadi gubernur di dinas masing-masing. Pahami pola pikir kami. Fokus, sederhana, dan terukur. Kalau semua bisa begitu, saya dan Ibu Wagub bisa santai,” tambahnya sambil tersenyum.

Ia menekankan bahwa tujuan utama job fit bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan mengevaluasi kecocokan antara visi misi pimpinan daerah dengan potensi dan kinerja pejabat.

Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam pelantikan atau bahkan membuka opsi lelang jabatan terbuka.

“Berapa volume yang bisa dicapai, berapa uang yang bisa beredar, itulah ukuran keberhasilan. Jangan lagi berpikir biasa-biasa saja. Saya cari orang yang luar biasa,” tegasnya menutup sambutan.

Tercatat sebanyak 50 pejabat mengikuti uji kompetensi ini. Dari jumlah tersebut, 45 berasal dari pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Provinsi Sulawesi Tengah, sementara lima lainnya berasal dari kabupaten/kota: dua dari Kabupaten Morowali, satu dari Kabupaten Sigi, dan dua dari Kota Palu.

Proses job fit ini dipimpin oleh panitia seleksi yang diketuai Sekda Provinsi Sulteng Dra. Novalina, MM, dengan anggota Ahmad Husin Tambunan dari Inspektorat Jenderal Kemendagri serta tiga akademisi Universitas Tadulako: Prof. Dr. Djayani Nurdin, Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, dan Dr. Surahman.

Pelaksanaan job fit menjadi bagian dari upaya strategis pembinaan karier, sekaligus penyesuaian dan penempatan posisi yang lebih tepat di lingkup pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.