Istri Panglima TNI Berkunjung ke Rumah Merah Putih Difabel Berkarya

oleh -
oleh
Istri Panglima TNI
Istri Panglima TNI yang juga selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi (Persit), Hetty Andika Perkasa saat melakukan kunjungan sosial peduli sesama dengan mengunjungi rumah merah putih difabel berkarya di Jalan Jati Nomor 66, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Jumat 13 Mei 2022. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Istri Panglima TNI yang juga selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi (Persit), Hetty Andika Perkasa melakukan kunjungan sosial peduli sesama dengan mengunjungi rumah merah putih difabel berkarya di Jalan Jati Nomor 66, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Jumat 13 Mei 2022.

Dalam kunjungan ini, Hetty beserta rombongan pengurus pusat persit juga di dampingi Ketua Dharma Pertiwi Kodam 13 Merdeka, Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Danrem 132 Tadulako Sulteng dan Ibu Danlantamal 6 beserta rombongan.

Kedatangan Istri Panglima TNI ini, disambut pengurus PSMTI Sulteng selaku pembina anak anak difabel dan beberapa pengurus rumah merah putih difabel berkarya.

Ketua bidang sosial PSMTI Sulteng, Ricky Akwang mengucapkan terima kasih kepada Hetty Andika Perkasa yang sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke rumah merah putih difabel berkarya.

“Selamat datang di rumah merah putih difabel berkarya, terima kasih ibu sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi anak anak kami disini,” tutur Ricky Akwang.

Dalam menyambut Hetty Andika Perkasa, anak – anak difabel menyanyikan sebuah lagu dihadapan ibu hetty dan membacakan puisi yang dibuat khusus untuk Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Ibu Hetty.

Beberapa anak tampak menangis, karena senang mereka telah dikunjungi.

Rumah merah putih difabel berkarya ini, diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulteng, yang disiapkan untuk menampung dan membina anak anak difabel.

Jumlah anak difabel binaan dari Kota Palu, Sigi dan Donggala sebanyak 140 orang dan yang tinggal di rumah merah putih adalah 27 orang. Sementara sisanya masih tinggal dengan keluarganya. Ini dikarenakan kapasitas rumah merah putih yang masih terbatas.

Pada kesempatan ini, Hetty berdialog langsung dengan beberapa anak difabel.

Seorang anak bernama riski mengungkapkan bahwa mereka ingin diberikan ruang untuk bisa berkarya.

“Kami ingin diberi ruang untuk berkarya dan kami bukan hanya bisa meminta minta, tapi kami juga bisa berkarya” ujar Riski.

Pernyataan ini diapresiasi oleh Hetty Andika Perkasa, karena semangat anak – anak untuk terus berkarya.

“Hebat nak, kalian anak – anak yang hebat, tante bangga dengan kalian semua. Kami semua akan mendukung dan memberi ruang untuk kalian tetap bisa berkarya” ujarnya Hetty.

Diakhir acara, Hetty Andika Perkasa menyempatkan foto bersama anak – anak difabel lalu memeluk mereka.

Nampak Hetty meneteskan air mata sebelum meninggalkan rumah merah putih difabel berkarya dan pamit untuk meneruskan kunjungan kerja kedaerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.