Ini Respon Gus Fuad Plered Setelah Dilapor ke Polisi dan Didesak Minta Maaf

oleh -
oleh
IMG 20250328 WA0036
Muhammad Fuad Riyadi atau Gus Fuad Plered saat podcast bersama para narasumber lainnya pada Kamis malam (27/3/2025). FOTO : SREENSHOT VIDEO1

JOGJA, WARTASULAWESI.COM – Muhammad Fuad Riyadi atau Gus Fuad Plered memberikan respon balik setelah dilaporkan ke polisi dan didesak minta maaf 1 x 24 oleh Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman atas dugaan penghinaan terhadap Habib Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

Dalam sebuah forum podcast yang terekam dalam video dan disiarkan ke publik, Gus Fuad Plered menyebut bahwa Alkhairaat berupaya melakukan adu domba antar putra-putri bangsa dengan menggandeng lembaga adat lokal agar mengecam dirinya.

Gus Fuad Plered menyebut bahwa upaya adu domba itu adalah warisan dari praktik imperialisme Belanda.

“Ini memang kerjaan imperialisme Belanda dulu dan sekarang diteruskan, tujuannya memecah belah. Mereka memframing seolah kita membela satu golongan, padahal kita sedang membela Indonesia,” kata Gus Fuad Plered.
Ia juga menanggapi pernyataan dari salah satu pimpinan MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman yang mendesaknya untuk meminta maaf dalam 1 x 24 jam.

Menurutnya, pernyataan Wakil Ketua MPR RI itu menunjukan dua kemungkinan; Pertama, tidak mengikuti diskursus yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Kedua, atau Abcandra Akbar Supratman justru sudah menjadi bagian dari kelompok yang ia sebut sebagai ‘budak habib’.

“Kalau betul Mas Abcandra tidak tahu persoalan ini, maka saya prihatin. Bagaimana mungkin ketua MPR tidak update pengetahuan seperti itu?” ujarnya.

“Tapi kalau dia tahu dan justru mengikuti narasi yang salah itu, lebih celaka lagi,” tambahnya.

Gus Fuad Pleret menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi segala risiko, termasuk jika upaya kriminalisasi terhadap dirinya benar terjadi.

Ia menekankan bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari perjuangan membela Pancasila dan keutuhan bangsa.
“Kalau saya dikriminalisasi karena membela Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga harkat martabat bangsa, saya siap. Saya tidak takut dengan ancaman,” tegasnya.

Gus Fuad Plered menyebut bahwa dirinya hanya rakyat kecil dan kyai kampung yang tak punya kepentingan politik.

Menurutnya, justru ancaman dari pejabat negara terhadap rakyat seperti dirinya mencederai demokrasi dan menunjukkan kemunduran etika dalam politik nasional.
“Apakah tugas MPR itu mengancam rakyat? Saya enggak takut. Saya taat kepada Allah, Rasulullah, dan kepada kebenaran,” katanya.

Gus Fuad Plered juga menyebut Guru Tua hanyalah seorang pendatang dari Hadral Maut Yaman lalu diberi tanah oleh penjajah Belanda. Karena itu, ia mempertanyakan legalitas status Guru Tua dan kontribusinya terhadap perjuangan bangsa.

“Tanah itu dari mana asalnya? Ketika Indonesia merdeka, dia tidak mendukung. Katanya mendidik rakyat, mana buktinya?” tanya Gus Fuad.

Lebih lanjut, Gus Fuad menilai bahwa pernyataan-pernyataan yang muncul dari oknum elit politik akhir-akhir ini justru kontra produktif terhadap misi besar Presiden Prabowo yang sedang membangun rekonsiliasi nasional dan ketenangan politik.

“Saya dari awal sudah ingatkan kepada Presiden Prabowo, jangan sampai jajaran beliau bikin gaduh sendiri. Ini malah Wakil Ketua MPR RI yang bikin gaduh,” ujarnya.

Gus Fuad Plered mengapresiasi dukungan dari berbagai elemen masyarakat kepada dirinya yang menurutnya ikut membela perjuangannya, termasuk tokoh dan kelompok yang aktif menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Laskar Sabini, PWI, dan tokoh seperti Kangmas KRT Nurhya yang terus konsisten membela Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Gus Fuad Plered menyatakan tak gentar menghadapi upaya pembungkaman terhadap dirinya dan akan terus bersuara demi masa depan bangsa.

“Berapa juta kali saya harus bilang, saya tidak akan mundur sejengkal pun dari perjuangan ini. Saya tidak punya beban apa pun, tidak punya kepentingan selain menjaga masa depan bangsa dan anak cucu kita,” pungkasnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.