Halal Bihalal KKLR Sulteng, Gubernur Anwar Hafid: Jiwa Kepemimpinan Saya Terbentuk di Tanah Luwu

oleh -
oleh
IMG 20250512 WA0174 scaled
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menyampaikan sambutan Pengukuhan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PW KKLR) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 di Aula MAN 2 Palu, Senin siang (12/5/2025). FOTO : TIM MEDIA BERANI

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menjadi tamu kehormatan dalam acara Halal Bihalal dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PW KKLR) Sulawesi Tengah periode 2025–2030, yang digelar di Aula MAN 2 Palu, Senin siang (12/5/2025).

Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri Sekjen BPP KKLR Hi. Jaya Lupu bersama jajaran pengurus pusat, perwakilan Dato Luwu, KKSS Sulteng, mantan Wali Kota Palu Hidayat, politisi Muharram Nurdin, mantan Anggota DPRD Sulteng Nawawi S. Kilat, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nenk dikukuhkan sebagai Ketua PW KKLR Sulteng periode 2025–2030, didampingi Ardan Lelemappuji sebagai sekretaris dan Syamsinar G. Moga sebagai bendahara. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sekjen BPP KKLR, Hi. Jaya Lupu.
Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Tanah Luwu, tempat ia mengawali karier sebagai ASN. Ia menyebut selama 17 tahun mengabdi di Luwu, karakter dan jiwa kepemimpinannya terbentuk di sana.
“Jiwa dan karakter kepemimpinan saya, terbentuk dari Tanah Luwu. Orang Luwu bilang, kalau sudah pernah mandi di Wai Bulawan, maka akan jadi pemimpin besar,” tutur Anwar disambut tepuk tangan hadirin.
Ia mengenang masa-masa bertugas di daerah terpencil tanpa listrik, hingga menjabat Camat Towuti dan Sorowako, lalu Asisten I hingga akhirnya kembali ke Morowali pada 2007 untuk mengikuti Pilkada.
“Cita-cita saya membangun Sulawesi Tengah Nambaso, lahir dari pengalaman membangun di Luwu. Maka saya mohon doa dan dukungan KKLR untuk membangun tanah yang kita pijak ini,” ujarnya.
Gubernur juga menyinggung pentingnya prinsip Rasulullah SAW dalam membangun peradaban, yakni menyebarkan keselamatan, memberi makan, menjaga silaturahmi, dan membangun ibadah dalam keheningan malam.
Ia pun menegaskan prioritas program Berani Cerdas, yang membebaskan biaya pendidikan bagi siswa miskin dan berprestasi. “Jangan ada pungutan dari sekolah. Pendidikan adalah hak setiap anak Sulteng,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Anwar Hafid dipasangi pin kehormatan KKLR oleh Sekjen Hi. Jaya Lupu.
Sekjen BPP KKLR Puji Pesona Sulteng dan Geliat UMKM
Sekjen BPP KKLR, Hi. Jaya Lupu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sulteng. Ia menilai kehadiran Anwar Hafid membawa magnet tersendiri yang membuat acara kali ini lebih meriah dari tahun sebelumnya.

“Dari udara, saya melihat Sulawesi Tengah seperti mangkok hijau yang indah. UMKM di sini juga sangat hidup. Uang berputar di masyarakat. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 6.000 warga asal Luwu Raya yang bermukim di Sulteng,

No More Posts Available.

No more pages to load.