Gubernur Sulteng Terima Audiensi Pengurus IKIB, Siap Hadiri Pengukuhan 17 Mei 2025

oleh -
oleh
IMG 20250512 WA0029
Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menerima audiensi pengurus Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) di kediamannya, Jalan Samratulangi, Senin pagi (12/5/2025). FOTO : TIM media BERANI

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi pengurus Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) di kediamannya, Jalan Samratulangi, Senin pagi (12/5/2025) sekitar pukul 07.55 WITA.
Rombongan IKIB dipimpin Ketua Umum terpilih, Syamsudin Kuntuamas, didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Jamaluddin Sakung dan Ketua Panitia Pengukuhan, Dr. Mohammad Fizal Masdul, S.Pd.

“Audiensi ini dalam rangka mengundang langsung Bapak Gubernur untuk hadir pada acara pengukuhan pengurus IKIB yang akan digelar Sabtu, 17 Mei 2025 pukul 08.00 WITA di Gedung BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Syamsudin Kuntuamas usai pertemuan.

Sementara Sekretaris Jenderal Dr. Jamaluddin Sakung menjelaskan bahwa sebelum pengukuhan, akan digelar seminar UMKM hasil kolaborasi Bank Indonesia dan inisiatif Wahid, sespri dari Anggota DPR RI Dapil Sulteng, Muhidin M. Said.

“Perlu diketahui, IKIB adalah organisasi atau paguyuban warga Buol pertama dan tertua yang berdiri sejak tahun 1997, dengan Ketua Umum pertama Abdul Karim Mbou. Tidak ada organisasi keluarga Buol lain selain IKIB,” tegasnya.

Menanggapi undangan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungan dan kesediaannya untuk hadir.
“Terima kasih sudah datang mengundang kami. Insya Allah kami hadir,” ucap Gubernur yang dikenal dengan tagline BERANI (Bersama Anwar – Reni).

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti potensi besar Kabupaten Buol, mulai dari sektor pertanian, tambak, hingga pertambangan.

Gubernur menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan tambang.

“Soal tambang, semangatnya harus datang dari masyarakat melalui pembentukan koperasi. Izin Pertambangan Rakyat (IPR) hanya akan kami keluarkan jika koperasi tersebut benar-benar melibatkan masyarakat lokal.

Tidak boleh ada yang bermain di luar itu,” tegas mantan Bupati Morowali dua periode tersebut. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.