PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menanggung biaya pemulangan jenazah jurnalis Situr Wijaya dari Jakarta ke Kota Palu.
Situr Wijaya adalah owner media online iNSulteng.id yang meninggal mendadak di Jakarta pada Jumat, 4 April 2025.
Jenazahnya saat ini berada di RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Situr Wijaya diketahui meninggal secara tiba-tiba di sebuah penginapan di Jakarta, hanya sehari setelah tiba dari Palu pada Kamis, 3 April 2025.
Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan jurnalis di Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menyampaikan langsung niatnya untuk membantu pemulangan jenazah melalui jaringan komunikasi wartawan Sulteng.
Gubernur menunjukkan kepeduliannya dengan menanggung biaya pesawat ke Palu yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Saya siap menanggung biaya pemulangan jenazah almarhum ke Palu,” ujar Gubernur Anwar Hafid, Jumat, 4 April 2025.
Langkah ini mendapat apresiasi dari para jurnalis dan masyarakat yang mengenal Situr. Kehilangan figur penting di dunia jurnalistik lokal ini menjadi duka yang mendalam bagi banyak orang khususnya kalangan jurnalis.
Situr Wijaya merupakan sosok jurnalis yang telah lama menetap di Sulawesi Tengah. Meski berasal dari Jawa Tengah, ia telah tinggal di Palu selama hampir 15 tahun setelah menikahi dengan perempuan asal Desa Bangga, Kabupaten Sigi.
Karier jurnalistik Situr dimulai dari Trimedia Group, penerbit koran Mercusuar. Ia kemudian bergabung dengan media lokal lainnya seperti Sulteng Raya dan Banggai Raya.
Tak hanya di media cetak, ia juga aktif sebagai kontributor Metro TV, RTV, serta media online Kumparan.
Selain itu, Situr pernah menjabat sebagai Redaktur di media Posrakyat sebelum akhirnya mendirikan dua media online miliknya sendiri, yaitu InSulteng Grup dan InIndonesia.
Ia juga merambah dunia digital dengan mengembangkan konten di platform YouTube dan meraih kesuksesan sebagai kreator.
Situr adalah sosok yang sangat berdedikasi dan penuh semangat dalam dunia jurnalistik.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi kalangan jurnalis di Sulteng.
Saat ini jenazah Situr masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
Pemulangan ke Palu direncanakan segera setelah proses di rumah sakit selesai.
Keluarga dan kolega berharap proses pemulangan dapat berjalan lancar dan jenazah almarhum segera dimakamkan di Palu.
Kepergian Situr tak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan kekosongan dalam dunia jurnalistik di Sulawesi Tengah. ***






