Gubernur Sulteng Rancang Program “Sabtu Berani Ngopi” Bersama Pers dan Masyarakat

oleh -
oleh
IMG 20250420 WA0001

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si merancang program “Sabtu Berani Ngopi” bersama insan pers, komunitas warung kopi (warkop), dan masyarakat umum sebagai ruang silaturahmi dan diskusi santai.

Program ini merupakan pengembangan dari kegiatan “Kopi Morning” yang sebelumnya rutin digelar setiap Jumat pagi bersama para jurnalis di lingkungan Kantor Gubernur Sulteng. Namun karena adanya larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) nongkrong di warkop pada jam kerja, Gubernur Anwar memutuskan memindahkan kegiatan tersebut ke hari Sabtu.

“Jangan hari Jumat, alihkan ke Sabtu pagi saja agar tidak mengganggu aktivitas dan kinerja kita. Pun, cukup satu kali dalam sebulan, nanti disesuaikan apakah awal bulan, minggu kedua, atau Sabtu akhir bulan,” kata Gubernur Anwar Hafid menjawab pertanyaan media ini, Kamis pagi (17/4/2025) di kediamannya.

Menurut rencana, program “Sabtu Berani Ngopi” ini juga akan menjadi ruang diskusi seputar sembilan program unggulan BERANI, terutama program Berani Sehat dan Berani Cerdas yang baru diluncurkan pada 13 April 2025 dalam rangka HUT ke-61 Provinsi Sulteng.

Ketua Koalisi Berani Sulteng, Nambaso Ronald Gimon, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberi dampak positif bagi pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha warkop.

“Hal ini perlu diapresiasi karena sangat membantu UMKM. Dari satu kali ngopi saja, bisa jutaan rupiah masuk ke pengelola warkop. Apalagi yang hadir bisa lebih dari 50 orang,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulteng, H. Hidayat Pakamundi, SE. Menurutnya, sudah saatnya pemimpin daerah sesekali ngopi bersama masyarakat dan komunitas warkop.

“Sabtu Berani Ngopi ini adalah kesempatan baik untuk bersilaturahmi, berdiskusi, menyerap masukan dan ide-ide dari semua pihak demi kemajuan Sulteng ke depan,” katanya.

Kegiatan ini rencananya digelar rutin setiap bulan dan berpindah-pindah dari satu warkop ke warkop lainnya di Kota Palu dan kabupaten/kota se-Sulteng.

Sementara itu, penggiat warkop yang juga mantan anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Golkar, Ashar Yahya, menyebut bahwa warkop adalah ruang diskusi informal yang sangat produktif.

“Komunitas warkop ini mewakili seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang. Banyak ide besar lahir dari meja-meja warkop, bahkan tokoh-tokoh besar juga lahir dari ruang-ruang itu,” tulis Ashar.

Ia menambahkan, dari warkop pula seorang tokoh bisa dikenal dekat dengan rakyat atau justru kehilangan legitimasi bila tak membumi. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.