Gubernur Sulteng Anwar Hafid Ajak ASN Utamakan Salat Berjamaah

oleh -
oleh
IMG 20250305 WA0133
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat menyampaikan sambutan di hadapan jamaah Masjid Al Mujahidin, Kantor Gubernur Sulteng, usai salat zuhur berjamaah pada Selasa (4/3/2025). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan pentingnya menunaikan salat berjamaah di masjid sebagai kunci kesuksesan.

Hal itu ia sampaikan di hadapan jamaah Masjid Al Mujahidin, Kantor Gubernur Sulteng, usai salat zuhur berjamaah pada Selasa (4/3/2025).

Menurutnya, rahasia sukses yang ia jalani selama ini adalah dengan mengutamakan salat berjamaah dan menyembah Allah SWT di rumah-Nya, yakni masjid.

“Rumah Allah SWT adalah masjid, bukan di rumah kita,” ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu di hadapan puluhan jamaah.

Anwar Hafid juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk menerapkan kebiasaan salat berjamaah sebagai bagian dari program Sulteng Berjamaah agar daerah tersebut mendapatkan berkah.

“Mari kita laksanakan Sulteng Berjamaah, agar Allah SWT menurunkan berkah-Nya di daerah kita ini,” ajaknya.

Sebagai pemimpin, ia mencontohkan bagaimana sejak menjabat sebagai Bupati Morowali selama dua periode, dirinya telah menggalakkan program Morowali Berjamaah.

Anwar Hafid menegaskan bahwa salat berjamaah harus dilakukan secara konsisten tanpa ada yang terlewatkan.

“Boleh kita coba sama-sama 20 hari dulu ke depan menyembah Allah SWT di rumah-Nya, Insya Allah sukses,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi akbar yang digelar di halaman belakang Kantor Gubernur pada Selasa pagi (4/3/2025), Anwar Hafid memberikan instruksi kepada para kepala OPD, asisten, kepala biro, dan seluruh ASN Pemprov Sulteng untuk tidak meninggalkan salat berjamaah di masjid.

Ia juga meminta agar setiap rapat yang berlangsung 30 menit sebelum waktu salat harus dihentikan sementara, sehingga semua peserta dapat segera menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah sebelum kembali melanjutkan kegiatan.

“Kalau kita ada rapat 30 menit sebelum salat, rapat harus dihentikan dan bersegeralah ke masjid untuk salat berjamaah. Nanti setelah salat baru dilanjutkan. Mari kita mengutamakan salat berjamaah di masjid,” tegasnya.

Gubernur yang pernah menjabat sebagai kepala desa selama tujuh tahun itu berharap kebiasaan ini bisa menjadi budaya di lingkungan pemerintah daerah serta masyarakat luas, sehingga Sulawesi Tengah mendapat limpahan berkah dari Allah SWT. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.