Gubernur Anwar Hafid Pastikan KPN Talaga Dibangun Kembali

oleh -
oleh
IMG 20260508 WA0282 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si saat memimpin rapat terbatas terkait KPN Talaga di ruang kerjanya, Jumat (08/05/2026). FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memastikan pembangunan kembali Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga akan segera dilanjutkan sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan daerah.

Kepastian itu disampaikan Gubernur saat memimpin rapat terbatas terkait KPN Talaga di ruang kerjanya, Jumat (08/05/2026).

Rapat tersebut digelar untuk mendengarkan perkembangan terakhir sekaligus merumuskan langkah lanjutan pasca peresmian KPN Talaga oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dua tahun lalu.

Turut hadir dalam rapat itu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Sekretaris Provinsi, Kepala Inspektorat, Kepala BRIDA, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bappeda, serta M. Ridha Saleh yang diundang secara khusus untuk memaparkan kondisi dan perkembangan KPN Talaga.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa sektor pangan merupakan isu strategis nasional yang harus mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan KPN Talaga diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan Sulawesi Tengah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Program pangan adalah isu strategis dan menjadi program prioritas nasional. Dengan dibangunnya kembali KPN Talaga ini diharapkan dapat memperkokoh kemandirian pangan daerah, memberdayakan dan meningkatkan ekonomi petani sekaligus mendorong industrialisasi di pedesaan,” tegas Gubernur.

Sementara itu, M. Ridha Saleh yang juga merupakan Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional menjelaskan bahwa secara administratif dan infrastruktur, KPN Talaga sebenarnya telah memiliki kesiapan yang cukup baik.

Ia menyebut seluruh perizinan kawasan telah lengkap, termasuk dukungan infrastruktur dasar seperti akses jalan dan jaringan air.

“Lahan yang sudah dilakukan land clearing mencapai sekitar 200 hektare. Namun pengelolaannya memang belum maksimal. Meski begitu para petani di sekitar KPN tetap beraktivitas,” jelas Ridha Saleh.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pengaktifan kembali KPN Talaga dapat menjadi pusat pengembangan pangan terpadu yang tidak hanya menopang kebutuhan daerah, tetapi juga mendukung agenda ketahanan pangan nasional. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.