Gerak Cepat, Wagub Renny Lamadjido Tinjau Langsung Lokasi Kawasan Pangan Nusantara di Desa Talaga

oleh -
oleh
IMG 20260510 WA0022 scaled
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido meninjau Langsung Lokasi KPN Talaga Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Renny Lamadjido bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tengah terkait kelanjutan program Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala.

Usai rapat terbatas yang dipimpin Gubernur Sulteng dan memutuskan program KPN Talaga dilanjutkan, Wakil Gubernur langsung turun meninjau lokasi untuk memastikan kondisi terkini kawasan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wagub didampingi Kepala Bappeda Sulteng, sejumlah staf Dinas Tanaman Pangan, Camat Dampelas, perangkat desa, serta M. Ridha Saleh yang juga mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulteng.

Di lokasi, Wagub meninjau langsung area proyek KPN, mulai dari Blok 1 seluas 20 hektare hingga Blok 2 sekitar 180 hektare yang sebelumnya telah dilakukan land clearing dan kini sebagian telah ditanami masyarakat dengan tanaman hortikultura maupun perkebunan.

“KPN ini sangat luar biasa. Lahannya subur dan tanaman masyarakat juga tumbuh baik. Sayang sekali kalau tidak dikelola secara maksimal,” kata Reny Lamadjido saat berada di lokasi.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan perkebunan terintegrasi karena didukung infrastruktur yang memadai serta berdampingan dengan potensi wisata danau dan laut.

“Karena itu KPN ini perlu dibuatkan road map dan ekosistem pertanian-perkebunan yang terintegrasi,” ujarnya.

Meski demikian, Reny mengakui kondisi pengelolaan kawasan saat ini belum berjalan optimal. Karena itu, ia turun langsung guna memastikan kondisi objektif dan terkini di lapangan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saya datang memastikan kondisi objektif di lapangan. Gubernur juga telah mendengar langsung gambaran umum kawasan ini dari Pak Ridha Saleh dan memutuskan program ini dilanjutkan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, lanjut Reny, Gubernur telah memerintahkan pembentukan tim percepatan pembangunan KPN serta tim mitigasi sosial dan lingkungan yang akan bekerja langsung di lapangan.

Sementara itu, M. Ridha Saleh menjelaskan bahwa sejak berdirinya KPN, kawasan tersebut pernah dikelola melalui kemitraan antara TNI dan petani dalam program manunggal petani dan TNI.

“Kalau tidak salah pernah empat kali panen jagung, termasuk menanam berbagai komoditas seperti kacang dan cabai. Namun sekarang aktivitas itu berhenti,” jelas Ridha.

Menurutnya, hingga kini masih ada petani yang memanfaatkan sebagian areal KPN, meski belum maksimal.

“Wagub sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar sendiri respons masyarakat yang menyambut baik kelanjutan program ini,” tandasnya. ***