Bersama Seluruh Kepsek, Gubernur Sulteng Siapkan Strategi Wujudkan Berani Cerdas

oleh -
oleh
IMG 20250306 WA0148 1 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memimpin rapat pendidikan di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (6/3/2025). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memimpin rapat pendidikan di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (6/3/2025).

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, serta seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB, baik secara langsung maupun daring.
Dalam pertemuan ini, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan adalah hak fundamental yang tidak bisa ditawar, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Pendidikan adalah mandat negara. Ini bukan hal yang bisa dikompromikan,” tegasnya.

Melalui program Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan fokus utama pada penurunan angka putus sekolah dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di daerah.

Anwar Hafid menyoroti bahwa kemiskinan di Sulawesi Tengah masih berkaitan erat dengan tingkat pendidikan. Banyak anak-anak yang kesulitan melanjutkan pendidikan, terutama dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA, sehingga langkah konkret harus segera diambil.

“Masih banyak anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ini harus segera kita atasi,” tegasnya.

Selain itu, Anwar Hafid juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil.

“Masih ada anak-anak yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah, bahkan hingga meninggalkan kampung halaman mereka. Jika aturan tidak memungkinkan membangun sekolah baru, kita harus mencari solusi lain, seperti penyediaan transportasi atau kebijakan khusus agar mereka bisa tetap bersekolah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Anwar Hafid juga meminta seluruh kepala sekolah agar tidak ragu melaporkan kendala yang dihadapi di lapangan.

“Saya tidak mau ada masalah yang disembunyikan. Bicara langsung ke saya, kita cari solusi bersama,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin pendidikan gratis di tingkat SMA dan SMK, serta merencanakan beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Tidak boleh ada anak-anak kita yang putus kuliah hanya karena masalah biaya. Kami akan memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan tinggi tanpa hambatan,” tambahnya.

Menutup pertemuan, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di Sulawesi Tengah harus menjadi prioritas utama.

“Kita bisa menunda proyek lain, tapi pendidikan tidak boleh tertunda. Jika pendidikan kita maju, angka kemiskinan pasti turun. Ini adalah investasi terbesar untuk masa depan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.***

No More Posts Available.

No more pages to load.