Anggota Komisi IV DPRD Sulteng Lakukan Korkom di Kantor Dinas Sosial di Kabupaten Tolitoli

oleh -
Komisi IV DPRD Sulteng
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh. Faisal Lahadja, SE, Ibu Fairus Husen Maskati dan Ibrahim A. Hafid saat melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Komunikasi (Korkom) di Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Farhan Tawil Dg. Parebba, ST, M.Si beserta Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Staf Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Kamis (17/11/2022). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG/IKSAN

TOLITOLI, WARTASULAWESI.COM – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh. Faisal Lahadja, SE, Ibu Fairus Husen Maskati dan Ibrahim A. Hafid melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Komunikasi (Korkom) di Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Farhan Tawil Dg. Parebba, ST, M.Si beserta Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Staf Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Kamis (17/11/2022).

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli membuka langsung pertemuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada Anggota Dewan Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan di Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli itu.

Kepala Dinas juga me nyampaikan bahwa bantuan yang turun tahun ini, dilaksanakan Oleh Pemerintah Provinsi Sulteng yaitu bantuan dana sebesar 1 juta rupiah/KK yang mana tahap pertama telah didistribusikan sebanyak 909 KK dan yang sementara ini diproses untuk tahap kedua dan kemungkinan dalam waktu 1-2 Minggu kedepan akan segera di distribusikan lagi sebanyak 1.812 KK.

Selanjutnya, bantuan UEP (Usaha Ekonomi Produktif) dalam hal ini Anggota DPRD Provinsi Sulteng Komisi IV Faisal Lahadja juga akan mempertanyakan lebih lanjutnya masalah UEP Kepada Dinas Sosial Provinsi.

“Berkaitan masalah bantuan Anggota DPRD dalam waktu 2-3 tahun terakhir, jarang menitipkan bantuan yang biasa kita dengar dengan sebutan pokok pokok pikiran (POKIR) Anggota DPR ke Dinas Sosial karena ada sistem yg mengikat yaitu Kube sehingga hal ini dibatasi hanya sekitar 20 Juta saja, tapi sekali lagi dengan kunjungan kami kemari semoga dapat membuka ruang ruang batasan ini sehingga bisa di diskusikan kembali lagi,“kata Faisal lahadja.

Sementara Ibrahim A. Hafid dalam kesempatan itu mengatakan, untuk terintegrasinya program Kabupaten dan Provinsi  harus saling memberi penguatan antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dengan harapan semua bermuara pada bagaimana menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan angka kesejahteraan.

“Diskusi kali ini kita menemukan ada beberapa kendala dan masukan, sehingga teman-teman Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil Tolitoli dan Buol ini bisa memikirkannya dan kami semua yang ada di DPRD Provinsi khususnya di Komisi IV ini bisa saling men-support berkaitan dengan persoalan-persoalan masyarakat yang berada di Wilayah Sulawesi Tengah. Semoga harapan ini bisa kita angkat dari diskusi kali ini dan ini juga menjadi bahan diskusi kami di DPRD Provinsi bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi melalui Gubernur dan seluruh OPD yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Ibrahim A. Hafid.

Sementara Fairus Husen Maskati mengatakan, pada tahun ke tiga dan memasuki tahun ke Empat menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulteng tentunya sangat berharap bisa membantu masyarakat Dapil yang Tolitoli-Buol.

“Hanya terkadang kita kurang komunikasi, khususnya saya kadang terhambat dari Kepala Dinas atau Kepala Bidang dan Kepala Seksinya. Saya itu sebenarnya ingin kita itu bersilaturahmi dan bertukar pikiran (sharing) dalam arti kata manfaatkan kami, tapi secara positif seperti apa yang bisa kami bantu karena kadang – kadang sampai luasnya, sekarang bukan hanya Dapil Tolitoli Buol tapi ada 13 Kabupaten. Dan terkadang diluar Dapil kami, juga datang ke kami sehingga sebagai manusia biasa juga kadang kami lupa dan melaui kesempatan ini saya mau bilang kedepannya saya berharap teman – teman sekalian kami membuka ruang untuk berkomunikasi untuk mempertanyakan apa yang harus kami bantu dan semoga kedepannya Dinas Sosial diharapkan lebih berkomunikasi lagi,” katanya.

Diakhir pertemuan, Dinas Sosial Tolitoli meminta fasilitas atau alat pendukung berupa beberapa laptop, perahu karet, kendaraan roda 2 dan 4 karena di Kabupaten Tolitoli sangat rawan bencana. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.