PALU, WARTASULAWESI.COM – Menteri Agama RI ( Menag) Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu harus mampu melahirkan ilmuan sekaligus cendekiawan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan.
Hal itu disampaikan Menag saat kunjungan kerjanya di Kota Palu, 1–2 April 2026.
Menurut Nasaruddin Umar, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), termasuk UIN Datokarama, memiliki peran yang berbeda dibanding perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
“Ini yang membedakan PTKIN dengan perguruan tinggi lain di Indonesia,” ujarnya.
Menag menjelaskan, PTKIN tidak hanya bertugas mencetak akademisi sesuai disiplin ilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai lembaga dakwah yang berperan langsung dalam membina masyarakat.
Karena itu, lulusan PTKIN diharapkan tidak hanya menjadi ilmuan atau intelektual muslim, melainkan berkembang menjadi cendekiawan yang mampu memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
“Maka alumni PTKIN termasuk UIN Datokarama tidak hanya menjadi seorang ilmuan dan intelektual muslim sesuai disiplin ilmunya. Idealnya kita adalah cendekiawan,” tegasnya.
Menag juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan intelektual, keterampilan, dan spiritual mahasiswa dalam proses pendidikan.
Sementara itu, Rektor UIN Datokarama, Prof. Dr. Lukman Thahir, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas kampus.
Ia menyebut, pesan Menteri Agama menjadi energi tambahan bagi UIN Datokarama yang baru saja meraih akreditasi Unggul.
“Pesan Pak Menteri adalah pengingat bagi kami semua. Fokus kita ke depan adalah meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat agar lulusan UIN Datokarama benar-benar menjadi ilmuwan yang mumpuni dan cendekiawan yang mencerahkan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menag juga menghadiri kegiatan ASN Quality Update dengan tema Peningkatan Mutu ASN UIN Datokarama Palu. ***






