PALU, WARTASULAWESI.COM – Perubahan zaman yang kian cepat telah mengguncang banyak aspek kehidupan, tak terkecuali dunia penyiaran.
Refleksi mendalam ini disampaikan Ruslan Sangadji, Pengurus DPP Generasi Digital Indonesia (Gradasi) Korwil Sulawesi, menyusul pelantikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Senin (4/8/2025).
“Dunia penyiaran kita tak lagi seperti tempo dulu,” ujar Ruslan dalam tulisannya yang dikirim ke redaksi media ini.
Ruslan Sangadji mengulas bagaimana romantisme masa lalu ketika radio menjadi sahabat sunyi dan televisi jadi panggung keluarga telah berubah drastis menjadi pusaran konten yang tak lagi linier.
Menurutnya, tantangan terbesar penyiaran hari ini bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi bagaimana menjaga makna dan kepercayaan publik di tengah hiruk-pikuk media sosial dan algoritma.
“Penyiar kini tak lagi sendirian di udara. Mereka berhadapan dengan video viral, suara AI dan gemuruh notifikasi. Perhatian publik menjadi komoditas paling langka,” tegas Ruslan.
Ochan sapaan akrabnya, mengkritik fenomena infotainment cepat saji yang kerap mengorbankan idealisme demi rating. Namun Ochan optimistis bahwa dunia penyiaran masih relevan, asalkan pelaku di dalamnya siap berubah dan menjaga kualitas isi serta integritas.
Refleksi ini sekaligus menjadi harapan bagi KPID Sulteng yang baru dilantik. Ruslan menekankan bahwa tugas mereka bukan semata sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjaga marwah penyiaran yang sehat dan mendidik di Sulawesi Tengah.
“Penyiaran tak boleh kehilangan jiwanya. Di tengah dunia yang semakin bising, masyarakat justru semakin merindukan suara yang dapat dipercaya,” pungkasnya.
Dengan gelombang yang berubah dan layar yang berganti, suara penyiaran tetaplah menyapa, menyampaikan, dan menjaga. ***






