Purwosari Jadi Kampung Percontohan, Satgas Madago Raya Gencarkan Moderasi Beragama

oleh -
oleh
IMG 20250731 WA0535
Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melakukan Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI, Kamis (31/7/2025). FOTO : HUMAS POLDA SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya kembali mengambil langkah progresif dalam upaya mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleran di Sulawesi Tengah.

Kali ini, Desa Purwosari di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong ditetapkan sebagai Kampung Percontohan Moderasi Beragama dan menjadi lokasi kegiatan “Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI,” Kamis (31/7/2025).

Kegiatan yang dipimpin Kasatgas II Preemtif AKBP Moh. Taufik, S.H itu dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Kasat Binmas Polres Parimo, Camat Torue, Kapolsek Torue, Kepala Desa beserta perangkat, Ketua BPD, tokoh lintas agama, dan mahasiswa KKN Universitas Tadulako.

Dalam sambutan yang dibacakan AKBP Moh. Taufik, Kaops Madago Raya Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K., M.H. menyatakan bahwa moderasi beragama adalah salah satu program unggulan dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat terhadap infiltrasi ideologi ekstrem.

“Desa Purwosari kami pilih karena menjadi miniatur kebinekaan. Warganya hidup berdampingan dalam keberagaman, dan itu adalah modal utama dalam mencegah radikalisme,” ujar AKBP Taufik.

Sebagai narasumber utama, hadir Ketua FKUB Provinsi Sulteng Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag dan Camat Torue Niluh Elisabeth, S.E.

Keduanya menekankan pentingnya menjadikan moderasi beragama sebagai gerakan kolektif. Prof. Zainal menegaskan, upaya merawat kebinekaan tak cukup hanya dari atas, tetapi harus dijalankan bersama oleh masyarakat di akar rumput.

“Moderasi bukan sekadar wacana, tapi harus menjadi laku budaya. Ini benteng pertama kita dari konflik berbasis agama,” ujar Prof. Zainal.

Sementara Camat Niluh Elisabeth menambahkan pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut kampung moderasi sebagai ruang belajar bersama antarumat beragama dalam merawat persatuan.

Kegiatan ini turut diperkuat dengan kehadiran Da’i Kamtibmas Polri seperti Aiptu Erwin, Aiptu Zulham, dan Brigpol Farid Wajdi yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Dalam sesi diskusi, para tokoh lintas agama mengapresiasi Satgas Madago Raya atas inisiatif ini dan berharap program serupa diperluas ke wilayah-wilayah lain.

“Kami optimis, jika semangat moderasi terus digelorakan, maka Sulawesi Tengah akan tetap damai dan kuat di tengah keberagaman,” ucap salah satu tokoh agama.

Dengan melibatkan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan akademisi, Satgas II Preemtif berharap moderasi beragama tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar menjadi fondasi kebangsaan di tingkat lokal. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.