Peserta BPJS Mandiri Bisa Beralih ke Program Berani Sehat, Begini Prosedurnya..!

oleh -
oleh
images 3

PALU, WARTASULAWESI.COM – Kabar gembira bagi para peserta BPJS Mandiri, khususnya yang menunggak iuran karena faktor ekonomi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini membuka peluang bagi peserta BPJS Mandiri yang menunggak iuran untuk tetap mendapatkan layanan kesehatan secara gratis melalui Program Berani Sehat.

Program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Masyarakat yang mengalami tunggakan iuran BPJS Kesehatan, khususnya peserta mandiri, dapat mengajukan pengalihan status ke program Berani Sehat dengan mendatangi Dinas Sosial Kabupaten/Kota.

Pengajuan dilakukan melalui aplikasi SEHATI, dan setelah proses verifikasi data oleh dinas sosial, BPJS Kesehatan akan memproses perpindahan peserta ke dalam skema Berani Sehat.

“Melalui sinergi dengan Program Berani Sehat, masyarakat Sulawesi Tengah yang sebelumnya menunggak iuran JKN tetap bisa dilayani. Tunggakan tidak serta-merta menghalangi peserta untuk memperoleh layanan kesehatan. Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, HS Rumondang Pakpahan melalui rilisnya, Senin (21/04/2025).

Program ini memastikan bahwa masyarakat tidak perlu melunasi tunggakan terlebih dahulu untuk bisa berobat. Meski tunggakan tetap melekat pada peserta, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit.

Bagi peserta yang ingin menyelesaikan tunggakan secara bertahap, BPJS Kesehatan menyediakan program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) yang bisa dimanfaatkan secara sukarela.

Program Berani Sehat juga sejalan dengan kemudahan layanan kesehatan berbasis KTP.

Masyarakat cukup menunjukkan KTP di loket fasilitas kesehatan seperti puskesmas, dimana akan dilakukan pengecekan NIK untuk memastikan status keaktifan sebagai peserta JKN.

Jika belum aktif, akan dibantu aktivasi dan pelayanan tetap bisa diberikan.

“Ini adalah bentuk pelayanan yang inklusif. Kami pastikan tidak ada masyarakat yang ditolak hanya karena belum mengetahui statusnya atau belum melakukan aktivasi. Cukup datang dengan KTP, nanti akan dibantu prosedurnya,” tegas Rumondang.

Untuk situasi gawat darurat, peserta dapat langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tanpa harus menunggu proses administratif.

Pelayanan tetap akan diberikan demi menyelamatkan nyawa pasien.

Program Berani Sehat adalah salah satu program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.
Program ini menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi, terlepas dari kondisi ekonomi maupun administrasi kepesertaan.

Gubernur berharap masyarakat yang selama ini ragu atau takut berobat karena kendala tunggakan, kini dapat lebih percaya diri mengakses layanan kesehatan.

Sinergi antara Pemprov Sulteng dan BPJS Kesehatan menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang adil dan merata. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.